Mahasiswa IAIN Demo, Tuntut Potongan UKT 30 Persen

 


Purwokerto, Serayunews.com- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ahmadyani Menggugat melakukan aksi demonstrasi di depan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. Mereka menuntut Uang Kuliah Tunggal (UKT) dipotong hingga 30 persen, Senin (29/6).

Menurut keterangan Koordinator Lapangan, Muhammad Fajar, sebelumnya memang ada pemotongan UKT jumlahnya 10 persen. Namun, hal tersebut masih dirasa kurang oleh sejumlah mahasiswa. Terlebih lagi saat ini ada situasi Covid-19 dimana banyak penghasilan orang tua mereka yang berkurang.

“Dari semester kemarin kita juta tidak mendapatkan subsidi dalam bentuk apapun, termasuk kuota (internet, red), yang digunakan untuk kuliah setiap hari,” kata dia.

Pada masa pandemic Covid-19 ini, memang hampir seluruh kampus mengadakan kuliah secara online, termasuk IAIN Purwokerto. Dimana dengan adanya kuliah online tersebut, kebutuhan kuota internet mahasiswa jadi bertambah.

“Keputusan rector dengan semester gasal yang 10 persen (Potongan UKT, red), jelas tidak cukup mengganti semuanya. Kami menuntut pengurangan UKT sekitar 30 persen,” kata dia.

Kuliah daring sekarang juga dirasa cukup boros kuota internet. Karena setiap dosen menurut Fajar berbeda-beda kebijakannya.

“Harusnya kurikulum perkuliahan daring dari rektorat diatur, kadang ada yang kuliah menggunakan youtube, zoom dan aplikasi lainnya itu haru pakai kuota,” ujarnya.

Hingga saat ini menurut Fajar, pihaknya masih melakukan negoasi lebih lanjut dengan pihak rektorat. Mereka bersikukuh mengajukan pemotongan UKT hingga 30 persen.

“Kalau cuman 20 persen, nanti kita akan pertimbangkan lagi,” kata dia.

Komentar