Sabtu, 17 April 2021

Mantap, Pertanian Banjarnegara Bergeliat di Masa Pandemi

Selain fokus melaksanakan program penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tetap berusaha memenuhi janji kepada rakyat untuk meningkatkan infrastruktur jalan kabupaten. Perbaikan infrastruktur terbukti bisa menggeliatkan sektor pertanian.


Banjarnegara, Serayunews.com

Meski terjadi wabah Covid-19 di tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tetap melakukan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten. Keseriusan pembangunan infrastruktur dibuktikan dengan adanya kenaikan pembangunan konstruksi jalan kabupaten yang mencapai 14 persen di tahun 2020.

Hal tersebut terkuak dalam talkshow jelang hari jadi Banjarnegara ke 450 di Pendapa Dipayudha Banjarnegara, Kamis (25/2/2021). Talkshow ini mengambil tema ‘Ngobrol Bareng tentang Membangun Ekonomi Banjarnegara di Masa PandmiPandmi  bersama Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono juga Kepala BPS Banjarnegara, Ratna Ratna Setyowati.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam obrolan tersebut mengatakan, wabah pandemi Covid-19 telah banyak mempengaruhi kondisi perekonomian tahun 2020 secara global. Namun pada Pemkab Banjarnegara berkomitmen tetap membangun.

Dirinya juga menegaskan, selama 3 tahun masa kepemimpinannya selalu memaksimalkan anggaran yang ada membiayai pembangunan. Sehingga sangat meminimalisir adanya Silpa di Bank. Sebab yang dibutuhkan rakyat selama dia melakukan dialog bersama warga secara langsung adalam kemudahan akses atau jalan yang bagus. Sehingga dia terus menggenjot program infrastruktur, khususnya pembangunan jalan kabupaten. Selama tiga tahun pembangunan jalan berjalan sesuai target yang direncanakan.

“Hingga tahun ini, sudah lebih dari 80 persen jalan kabupaten selesai, sementara target dalam RPJMD, pembangunan jalan selesai pada 2022. Kami optimistis dapat selesai sesuai target,” ujarnya.

“Sejak kampanye dan dilantik untuk memimpin Banjarnegara, saya bersama Wakil Bupati Bapak Syamsudin sudah berkomitmen untuk mendengar apa yang dibutuhkan rakyat. Ternyata rakyat sangat butuh akses, butuh jalan. Maka kebijakan kami tiada lain infrastruktur. Kami tidak ingin anggaran di-silpa-kan. Kalau di-silpa-kan kami dapat bunga, sedangkan rakyat inginnya bungah alias senang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPS Banjarnegara, Ratna Ratna Setyowati mengatakan, wabah Covid-19 telah banyak mempengaruhi kondisi perekonomian tahun 2020 secara global, termasuk di Kabupaten Banjarnegara. Sebelumnya diperkirakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjarnegara mengalami perlambatan, namun masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang minus 2,65 persen serta nasional yang minus 2,70 persen.

“Kontribusi terbesar perekonomian Banjarnegara adalah sektor pertanian yang mencapai 30 persen. Dimana tahun 2020 sektor pertanian mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 3 persen. Kenaikan ini salah satunya dikarenakan telah terbukanya akses antar wilayah di seluruh pelosok Banjarnegara. Jadi pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh pada ketahanan ekonomi,” katanya.

Ratna juga mengatakan bahwa angka kemiskinan di Banjarnegara bertambah 0,88 persen pada tahun 2020 akibat pandemi Covid 19, namun hal ini lebih baik dari kabupaten lain seperti Kabupaten Kebumen, Purbalingga, Wonosobo, Brebes, dan Pemalang.

“Tingkat partisipasi angka kerja kabupaten Banjarnegara tahun 2020 juga mencapai 69,69. ini berarti bahwa tingkat partisipasi angka kerja Kabupaten Banjarnegara lebih besar dari Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 69,43. Dan Kabupaten Banjarnegara menempati urutan kedua terbesar di wilayah eks Karesidenan Banyumas,” ujarnya.

Editor :Redaksi

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini