Selasa, 18 Mei 2021

Mengenal Soto Sangka di Banyumas

soto banyumas, soto sangka, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
Soto Sangka di Banyumas

Selain dikenal dengan mendoannya, Kabupaten Banyumas memiliki kuliner lain yang tidak kalah terkenal yakni Soto. Selain Soto Sokaraja, ada juga yang legendaris, yakni Soto Sangka, yang berada di Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas. Bahkan, warung Soto Sangka ini diklaim menjadi pelopor Soto di Kabupaten Banyumas, karena sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.


Banyumas, serayunews.com

Warung Soto Sangka ini berada di Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Anda bisa menemukannya, hanya dengan mengikuti jalan dari Alun-alun Banyumas menuju ke arah timur, atau ke arah Polsek Banyumas. Kurang lebih 100 meter dari Polsek Anda akan menemukan warung Soto di pinggir jalan dan ada tulisan Soto Sangka.

Pemilik warung Usmarni menceritakan bahwa usaha ini dimulai oleh kakeknya. Kemudian diteruskan ke orangtuanya, hingga akhirnya dipegang oleh dirinya. Ia sehari-hari dibantu oleh anaknya untuk berjualan Soto Sangka ini.

“Kita buka dari mulai jam 08.30 sampai 14.00. Iya jualannya sudah dari tahun 1925,” ujar dia kepada serayunews.com pekan lalu saat belum Ramadan.

Nama Soto Sangka diambil dari nama kakeknya, yang bernama Sangka. Pada tahun itu, kakenya berjualan di pinggir jalan. Kemudian banyak orang yang membelinya, hingga akhirnya orang memberi nama Soto buatan Pak Sangka. Bukan hanya masyarakat umum saja yang membeli. Pada saat itu, orang-orang Belanda yang ada di Indonesia juga menjadi langganannya. Selain rasanya yang khas, soto ini juga memiliki kuah yang cukup pekat.

Komposisinya, yakni ketupat, daun bawang, ayam kampung, kecambah, kacang goreng, hingga sambel kacang. Harganya cukup terjangkau Rp 17 ribu untuk satu porsinya. Usmarni mengatakan, yang membedakan sotonya dengan soto lain, karena tidak menggunakan msg. Sedangkan memasaknya masih menggunakan cara tradisional yakni tungku kayu.

“Dari dulu sampai sekarang, cara memasaknya sama. Harganya Rp 17 karena kita selalu menggunakan ayam kampung,” ujarnya.

Bagi Anda yang ingin mencicipinya dan merasa porsinya kurang lengkap. Anda bisa menambahkan toping lainnya, seperti meminta ati ampela, atau ayam potong, seperti sayap, kepala hingga paha. Ada juga toping umum lainnya, seperti kerupuk, hingga usus goreng yang tersaji secara lengkap. (san)

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini