More

    Mengenal Tabebuya Bukan Bunga Sakura, Tanaman Peneduh di Purwokerto

    Purwokerto, Serayunews.com- Memasuki musim kemarau, berbagai jenis bunga mulai bermekaran. Termasuk si kuning di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, yakni Bunga Tabebuya.

    Bunga asal Brasil ini serentak bermekaran yang membuat area jalan sekitar Pasar Wage Purwokerto ini sekilas nampak indah bak di luar negeri. Sejenak, si kuning ini mengingatkan dengan bunga Sakura di Negeri Matahari Terbit.

    Memang terlihat agak mirip bunga Sakura dari kejauhan saat mekar serempak. Hampir semua warga Purwokerto bahkan menganggapnya sebagai ‘Sakuranya Purwokerto’.

    Namun, kedua bunga ini pada dasarnya sangat berbeda. Bukan hanya asal tanamannya saja tapi hampir semuanya berbeda, keduanya hanya memiliki keindahan yang serupa.

    Dosen Fakultas Biologi Unsoed, Dr Pudji Widodo MSc mengatakan, bulan September-Desember memang menjadi puncak Tabebuya bermekaran. Yang seolah mengubah sebagian jalan Jenderal Soedirman Purwokerto menjadi seperti jalanan di Jepang.

    Ahli taksonimu lulusan Lincoln University Christchurch, Selandia Baru ini mengatakan meskipun mirip dengan bunga Sakura, tapi keduanya berbeda. Meskipun seperti Sakura yang mekar dengan jumlah besar dan lebih dominan bunganya daripada daun.

    Ia mengatakan pohon Tebebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat.

     

    “Tanaman ini sangat cocok sebagai tanaman peneduh jalan yang rindang di perumahan atau pertokoan di sepanjang jalan,” katanya.

    Berikut perbedaan Tabebuya dan Sakura.

    1. Batang

    Pohon Tabebuya bisa terus tumbuh menjadi besar. Sementara pohon Sakura berbatang kecil.

    2. Daun

    Tabebuya berdaun majemuk dengan beranak daun 3-9. Sementara Sakura berdaun tunggal. Perbedaan ini sangat jelas saat dilihat.

    3. Bunga

    Meskipun dari kejauhan keduanya terlihat sangat mirip. Namun, saat didekati keduanya sangat berbeda. Tabebuya memiliki bunga berbentuk terompet atau trumpet trees, dan mahkota bunga yang berlekatan. Sedangkan Sakura memiliki mahkota yang berlepasan seperti mawar yang biasa disebut Cherry Blossoms.

    4. Waktu Mekar

    Tabebuya mekar hampir sepanjang tahun berbunga dan mencapai puncaknya pada musim kemarau. Sakura mekar saat musim semi setahun sekali (Maret-April).

    5. Manfaat

    Tabebuya bermanfaat sebagai tanaman peneduh dan tanaman hias. Sementara Sakura memiliki banyak manfaat seperti dijadikan minuman teh, ice cream dan makanan.

    6. Distribusi

    Tabebuya sudah tersebar diberbagai negara tropis dengan distribusi di negara tropis dan subtropis. Berbeda dengan Sakura yang distribusinya di negara subtrobis terutama belahan bumi utara seperti Jepang, Cina, dan kini sudah tersebar di berbagai negara subtropis di dunia.

    Nah, itu perbedaan Tabebuya dan Sakura. Bagaimana? Keduanya memiliki kecantikan yang sama namun berbeda, jadi jangan salah lagi ya, Tabebuya berbeda dengan Sakura. (Alfi)

    Berita Terkini

    Ratusan Barang Kuno di Museum Soegarda Purbalingga Dikaji

      Ratusan koleksi Museum Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja dikaji dan didokumentasikan. Pengkajian dilakukan oleh tim Padma, dan arkeolog sejak Juli lalu. Nantinya, hasil kajian...

    Penipu Ratusan Juta Ditangkap di Magelang Usai Buron 10 Tahun

    Purwokerto, Serayunews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto berhasil menangkap DPO terpidana penipuan yang buron selama 10 tahun di Magelang, Rabu (30/9). Terpidana tersebut bernama Eliza...

    Belasan Orang Terpapar Covid, Ratusan Warga Desa Cikembulan Pekuncen Swab Massal

    Pekuncen, Serayunews.com- Sedikitnya 130 warga Desa Grumbul Ciroyom, Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen di swab massal, Jumat (25/9). Hal ini menyusul ditemukannya 15 warga grumbul...

    Buron Delapan Tahun, Partinah Ditangkap di Sampang

    Purwokerto, Serayunews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto berhasil mengamankan Partinah (43), warga Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden usai masuk menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atas vonis...

    Berita Terkait

    Dua Remaja Putri  Dipaksa Layani Seorang Kakek Dengan Bayaran Rp 1 Juta

      Tiga Pelaku Perdangangan Orang Dibekuk Polisi Purwokerto, Serayunews.com- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banyumas berhasil menangkap tiga orang pelaku trafficking, dengan korban dua anak...

    Penipu Ratusan Juta Ditangkap di Magelang Usai Buron 10 Tahun

    Purwokerto, Serayunews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto berhasil menangkap DPO terpidana penipuan yang buron selama 10 tahun di Magelang, Rabu (30/9). Terpidana tersebut bernama Eliza...

    Belasan Orang Terpapar Covid, Ratusan Warga Desa Cikembulan Pekuncen Swab Massal

    Pekuncen, Serayunews.com- Sedikitnya 130 warga Desa Grumbul Ciroyom, Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen di swab massal, Jumat (25/9). Hal ini menyusul ditemukannya 15 warga grumbul...

    Buron Delapan Tahun, Partinah Ditangkap di Sampang

    Purwokerto, Serayunews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto berhasil mengamankan Partinah (43), warga Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden usai masuk menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atas vonis...

    Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Wage Capai Rp 20 Miliar, Ratusan Pedagang Akan Tempati Bedeng Darurat

    Purwokerto, Serayunews.com- Kerugian akibat kebakaran  hebat yang melanda Pasar Wage Purwokerto ditaksir mencapai Rp 20 miliar. Hal itu diketahui setelah adanya pendataan dari Pemkab...

    Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Yuk…Tanam Padi Protein Tinggi 

    Purwokerto, Serayunews.com-  Ditengah pandemi, kebutuhan pangan terutama beras menjadi aspek yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial. Untuk menghadapinya, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui...