More

    Miris Lur, Duda Anak Dua Gagahi Gadis SMP

    Polres Cilacap Ungkap Dua Kasus Kejahatan Seksual

    Pelaku kejahatan seksual digiring ke rutan Polres Cilacap

    Cilacap, serayunews.com – Para pelaku kejahatan seksual seakan tak takut lagi dengan ancaman hukuman dunia akhirat. Padahal, ancaman hukumannya tidak tanggung tanggung, penjara 15 tahun dan paling sedikit lima tahun penjara. Seperti yang disebutkan pada Undang Undang perlindungan anak No 17 tahun 2016.

    Ancaman jerat pidana itu selalu disebutkan dalam setiap pemberitaan beragam media, dari cetak, digital maupun televisi. Namun, hal tersebut tidak cukup membuat jera para pelaku.

    Seperti yang terjadi pada kasus ini, seorang Duda beranak dua nekad menggauli gadis yang berumur 15 tahun. Korban yang masih berstatus pelajar itu, merupakan tetangga dekat pelaku.

    Anehnya, pelaku nyaris merasa tidak bersalah dan cenderung kege-eran. Korban katanya yang lebih dulu suka. Padahal dari hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku sempat mengancam korban sebelum melakukan perbuatan bejadnya.

    Satreskrim Polres Cilacap, meringkus pelaku berinisial DS (45), warga Jalan Radjiman Kelurahan Gunung Simping Kecamatan Cilacap Tengah setelah mendapat laporan dari orang tua korban.

    Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasatreskrim AKP Onkoseno Grandiarso mengungkapkan, kasus kejahatan seksual ini terungkap setelah orang tua korban memergoki sendiri perbuatan pelaku terhadap korban. Dari hasil penyidikan, aksi yang dilakukan tersangka DS terjadi sejak April 2019.

    “Kurang lebih sudah lima kali terjadi. Korban sendiri tidak berani melaporkan apa yang dialami karena takut dengan ancaman tersangka,” jelasnya saat pers rilis di Mapolres Cilacap, Kamis (19/9/2019).

    Korban sering menginap di rumah pelaku karena berteman dengan anak pelaku. Pada awal September lalu, orang tua korban yang hendak menjemput anaknya dirumah pelaku, memergoki pelaku sedang tidur bersama korban. Dari kejadian tersebut, korban menceritakan apa yang terjadi kepada orang tuanya.

    “Keluarga korban memang awalnya tidak curiga karena pelaku sering berbuat baik terhadap keluarga korban,” ungkapnya.

    Kasatreskrim AKP Onkoseno Grandiarso menunjukan barang bukti dua kasus kejahatan seksual di Polres Cilacap, Kamis (19/9/2019)

    Lebih lanjut dijelaskan, kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur juga terjadi di wilayah Kecamatan Majenang. Polisi menangkap pelaku berinisial JS (33), warga Desa Jenang Kecamatan Majenang. Mirisnya, korban masih berumur 10 tahun.

    “Pelaku merupakan ayah tiri korban yang baru menikah kurang lebih satu tahun dengan ibu korban,” ujarnya.

    Meski belum sampai melakukan hubungan badan, perbuatan cabul pelaku kerap menggesekan alat kelamin korban. Ibu kandung korban yang memergoki perbuatan pelaku, kemudian melapor ke Mapolsek Majenang.

    “Kasus kejahatan seksual cukup memprihatinkan. Kami menghimbau agar masyarakat menjaga dan membimbing putra putrinya, karena bisa saja pelaku kejahatan seksual orang terdekat,” paparnya.

    Berita Terkait

    Mengenal Tabebuya Bukan Bunga Sakura, Tanaman Peneduh di Purwokerto

    Purwokerto, Serayunews.com- Memasuki musim kemarau, berbagai jenis bunga mulai bermekaran. Termasuk si kuning di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, yakni Bunga Tabebuya. Bunga asal Brasil...

    Rekonstruksi, Ceming Peragakan 35 Adegan Pencabulan Anak di Segaralangu

    Cilacap, Serayunews.com-Kepolisian Resor Cilacap menggelar rekonstruksi kasus pencabulan yang dilakukan oleh Kasimin alias Ceming (31), warga Desa Segaralangu Kecamatan Cipari pada Kamis (13/8/2020). Ada...

    Diancam Akan Dibunuh, 30 Anak jadi Korban Cabul Tetangganya

    Cilacap, Serayunews.com-Sekitar 30 bocah laki-laki di Kecamatan Cipari menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri. Aksi yang dilakukan oleh KS alias Ceming (31) warga Desa Segaralangu...

    Cabuli Bocah 9 Tahun WHY Ditangkap

    Purwokerto, Serayunews.com- Tak kuasa menahan napsu birahi, WHY (19), warga Desa Somagede, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas nekat mencabuli seorang bocah perempuan NS (9). Aksi...

    Berita Terkini

    Mengenal Tabebuya Bukan Bunga Sakura, Tanaman Peneduh di Purwokerto

    Purwokerto, Serayunews.com- Memasuki musim kemarau, berbagai jenis bunga mulai bermekaran. Termasuk si kuning di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, yakni Bunga Tabebuya. Bunga asal Brasil...

    Agar Tetap Produktif, Pensiunan Pegawai RRI Dibekali Kemampuan Usaha

    Purwokerto, Serayunews.com- Sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai RRI yang sudah purna tugas maupun menjelang purna, Manajemen RRI memberikan pembekalan pelatihan kewirausahaan, agar mereka bisa...

    Sejumlah Anggota Kodim Banyumas Yang Terpapar Covid Kini Dinyatakan Negatif

    Purwokerto, Serayunews.com- Menyusul adanya anggota  yang terkonfirmasi positif Covid-19,  Kodim 0701 Banyumas langsung melakukan swab massal kepada anggotanya. Hasilnya, dari 300 anggota yang diswab, ada yang...

    Tak Efektif Cegah Covid, ASN Banyumas Dilarang Gunakan Masker Scuba

    Purwokerto, Serayunews.com- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dilarang menggunakan masker scuba. Pasalnya, masker tersebut dianggap kurang efektif untuk menangkal...