Selasa, 18 Mei 2021

Partai Ummat Berpotensi Gerogoti Suara PAN

Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Ahmad Sabiq. (FOTO : Hermiana Effendi)

Meskipun banyak kalangan yang memprediksi Partai Ummat yang baru saja dideklarasikan Amien Rais sulit untuk berkembang, namun potensi untuk menggerogoti suara Partai Amanat Nasional (PAN) tetap terbuka lebar. Mengingat ketokohan Amin Rais yang notabene merupakan pendiri PAN.


Purwokerto, serayunews.com

Kehadiran Partai Ummat pada kondisi sekarang ini, diprediksi bakal menjadi kanal bagi elemen-elemen umat yang merasa aspirasinya belum terwadahi oleh partai-partai yang berbasis massa umat Islam. Dimana kondisi sekarang, hampir semua partai Islam, kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah merapat kepada kubu pemerintah.

“Saya rasa Partai Ummat Pak Amien Rais ini bisa menjadi alternatif ‘rumah besar’ bagi sebagian umat Islam yang tidak setuju atau kurang sejalan dengan banyaknya kebijakan pemerintah saat ini. Sehingga potensi untuk berkembang tetap ada dan Partai Ummat juga sangat mungkin untuk menggerogoti suara PAN,” kata pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahmad Sabiq, Minggu (2/5).

Lebih lanjut Ahmad Sabiq menjelaskan, pengaruh sosok Amien Rais bagi warga Muhammadiyah dan bagi kader PAN masih cukup besar. Terbukti pada awal terbentuknya Partai Ummat saja, sudah banyak pengurus ataupun kader PAN yang menyeberang ke Partai Ummat, termasuk di DPD PAN Banyumas.

Disinggung tentang suara atau aspirasi politik warga Muhammadiyah terkait lahirnya Partai Ummat ini, menurut Ahmad Sabiq, selama ini suara dari kader Muhammadiyah sendiri sudah tersebar kepada beberapa partai. Sehingga potensi suara yang bisa diraih oleh Partai Ummat sebatas pada suara yang saat ini melekat pada PAN. Artinya kebingungan akan aspirasi politik, kemungkinan besar hanya terjadi pada kader PAN, antara tetap memilih PAN atau beralih ke Partai Ummat.

“Potensi untuk meraih suara lebih besar diluar PAN, kemungkinan agak sulit, karena selama ini suara warga Muhammadiyah sendiri sudah terbiasa terbelah,” terangnya.

Namun, lanjutnya, lahirnya partai baru sebagai sempalan dari PAN bukan hal baru dan para petinggi Muhammadiyah sudah terbiasa menghadapi hal tersebut. Sebelumnya pada tahun 2006, lahir Partai Matahari Bangsa (PMB) yang dipelopori oleh kader-kader Muhammadiyah pada masa tersebut. PMB dikabarkan mempunyai kedekatan dengan tokoh Muhammdiyah, Din Syamsudin.

“Saya kira kader dan petinggi Muhammadiyah sudah sangat dewasa dalam menyikapi munculnya partai baru dengan basic massa yang sama. Sehingga, perbedaan dukungan tentu ada, tetapi tidak akan sampai menimbulkan perpecahan dalam tubuh Muhammadiyah,” pungkasnya.

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini