Selasa, 9 Maret 2021

Pekalongan Banjir, PMI Banjarnegara Salurkan Bantuan Sayuran

PMI Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan sayur mayur dan lauk pauk untuk korban bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.

Dengan menggunakan dua armada bak terbuka, PMI Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan sayur mayur dan lauk pauk untuk korban bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.


Banjarnegara,Serayunews.com

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Alam Andri Sulistyo mengatakan, bantuan logistik sayur dan lauk pauk tersebut berasal dari petani, relawan, dan ormas yang ada di Banjarnegara.

“Bantuan diberikan untuk membantu Dapur Umum PMI Kabupaten Pekalongan yang berada di kantor BPBD Kabupaten Pekalongan. Sayuran berupa kubis, wortel, kentang, dan lainnya ini juga distribusi kan ke Dapur Umum Tagana serta Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Pekalongan yang berada di Koramil Wiradesa,” katanya.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga Banjarnegara terhadap saudara yang tertimpa bencana di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu berdonasi dan sangat membantu saudara kita terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan. Sinergitas dan kebersamaan antar sesama sangat dibutuhkan mengingat bencana adalah urusan bersama dalam rangka membantu tugas pemerintah dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana berharap kerja sama berbagai lapisan dan elemen masyarakat Banjarnegara yang kuat dalam membantu dan berkegiatan sosial diharapkan terus berkobar dan semakin erat, mengingat rasa kebersamaan dan kegotong royongan merupakan salah satu ciri budaya bangsa.

“Ini sekaligus menjadi jawaban atas komitmen kami selalu keluarga besar Palang Merah Indonesia yang mencoba selalu hadir untuk Masyarakat tanpa membedakan latar belakang apapun, bergerak bersama untuk karya kemanusiaan,” katanya.

Kepada seluruh relawan diharapkan untuk selalu menjaga kondisi dan kesehatan mengingat saat ini kondisi cuaca sangat ekstrem disertai pandemi Covid 19 yang belum berakhir.

Editor :Redaksi

Berita Terkait

Berita Terkini

- Advertisement -