Selasa, 18 Mei 2021

Pemuda Pancasila Banyumas Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Ada Apa?

Wakil Ketua I MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas, Edi Sarwono (FOTO : Dok)

MPC Pemuda Pancasila Banyumas mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Surat tersebut berisi tentang kegalauan mereka terkait munculnya wacana penghapusan mata pelajaran Pancasila di sekolah-sekolah.


Purwokerto, serayunews.com

Wakil Ketua I Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas, Edi Sarwono mengatakan, Pancasila merupakan nilai luhur bangsa dan dasar negara, serta ideologi bangsa. Sehingga seharusnya generasi muda memahami nilai-nilai luhur di dalamnya, antara lain melalui jenjang pendidikan di sekolah-sekolah.

“Sejak dulu, Pancasila  terbukti mampu menyatukan bangsa saat ini. Entah bagaimana negeri ini jadinya,  kalau rakyatnya semakin tidak mengenal Pancasila. Jadi kami minta agar Pancasila tetap dijadikan pelajaran wajib untuk dunia pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan jenjang perguruan tinggi,” katanya, Senin (3/5).

Dalam surat terbuka tersebut, MPC Pemuda Pancasila Banyumas juga meminta agar pada setiap tahun ajaran baru diadakan pendidikan tentang Pancasila. Seperti pada masa Orde Baru dahulu, dimana rutin diadakan  pendidikan atau penataran Pancasila selama 120 jam saat pertama masuk jenjang perguruan tinggi.

Selain menyampaikan penolakan atas rencana penghapusan mata pelajaran Pancasila, MPC PP Banyumas juga memaparkan tentang banyaknya dunia pendidikan yang sekarang ini kurang menghormati dan menghargai bangsanya sendiri. Hal ini terlihat dari semakin jarangnya upacara pada hari Senin ataupun pada setiap tanggal 17.

Menurut Edi Sarwono, kondisi tersebut seolah-olah menggambarkan bahwa penghormatan kepada bendera merah putih dianggap tidak diperlukan lagi. Sehingga pendidikan sekarang kurang mengedepankan rasa berbangsa dan cinta tanah air.

“Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan berlarut-larut, maka banyak pihak yang akan tepuk tangan, terutama golongan yang tidak suka dengan Pancasila. Bagi kami selaku Pemuda Pancasila sudah jelas, NKRI harga mati, sehingga bagi yang tidak suka dengan Pancasila silakan pergi dari Indonesia,” tegasnya.

Edi Sarwono juga mengungkapkan, selama ini Pemuda Pancasila selalu mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam upaya menjaga kedaulatan bangsa.

“Semoga surat terbuka dari kami bisa menjadi tonggak awal untuk menghalau musuh musuh bangsa yang tidak suka melihat Indonesia damai. Tegakkan supermasi hukum dan Bapak Presiden harus cepat menindak tegas musuh-musuh dan pengkhianat bangsa. Semoga pemikiran kami ini bisa menjadikan Indonesia semakin dicintai oleh seluruh rakyatnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini