Selasa, 9 Maret 2021

Proyek Bangunan Rp 6,1 M Tak Dilengkapi Penangkal Petir, DPRD Purbalingga Tegur Kontraktor

Komisi II DPRD Purbalingga memonitoring progres pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Panican sudah mencapai 1,51 persen dari target 0,9 persen.

Progres pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Panican sudah mencapai 1,51 persen dari target 0,9 persen. Proyek dengan pendanaan senilai Rp 6,1 miliar itu, akan dibangun 104 kios dan 124 lapak. Namun disayangkan, pada bangunan itu tidak ada instalasi penangkal petir.


Purbalingga, Serayunews.com

Hasil monitoring dari Komisi II DPRD Purbalingga, hal itu menjadi catatan khusus. Pasalnya, penangkal petir dinilai sangat bermanfaat. Hal itu juga bisa menjadi antisipasi, meminimalisir dampak jika terjadi sesuatu.

“Kami (Komisi II, red) memberikan rekomendasi agar dibuatkan penangkal petir. Hal itu dilakukan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan ketika revitalisasi pasar sudah selesai,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purbalingga Puput Adi Purnomo.

Selain itu, pada saat kunjungan pekan lalu, pihaknya juga mendapati adanya kabel aliran listrik yang melintang di tengah proyek. Selain membahayakan, keberadaanya juga dinilai menganggu pengerjaan. Sehingga, pihaknya meminta rekanan untuk koordinasi dengan PLN.

“Selain itu, pihak pelaksana proyek diminta berkoordinasi dengan PLN. Karena ditemukan kabel listrik yang melintas di lokasi proyek pasar tersebut,” kata Politisi PKB ini.

Puput menambahkan, mengenai progres pengerjaan dinilai baik. Saat ini, progres pembangunan pasar sudah mencapai 1,51 persen dari target 0,9 persen. Pasar Rakyat ini nantinya akan dibangun 104 kios dan 124 lapak.

Diketahui revitalisasi Pasar Rakyat Penican didanai dari APBD yang bersumber dari Bangub Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 6,1 miliar. Rehabilitasi kali ini merupakan tahap kedua, yang akan menyasar pada bagian dalam pasar. Sebelumnya, telah dilakukan rehabilitasi bagian muka pasar.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Pergadangan (Dinperidag) Kabupaten Purbalingga Johan Arigin menjelaskan, rehabilitasi gagal dilaksanakan tahun lalu. Pasar gagal direhabilitasi karena sempat gagal lelang.

“Pada bulan Oktober (2020), kegiatan fisik rehabilitasi Pasar Panican sempat gagal lelang. Kemudian berhasil mendapatkan pemenang pada lelang ulang, Desember (2020) lalu. Setelah ada pemenang, tahun ini (2021, red) rencananya akan langsung dikerjakan,” katanya.

Editor :Redaksi

Berita Terkait

Berita Terkini

- Advertisement -