More

    Purbalingga Utara Rawan Longsor, Tapi Kawat Bronjong Menipis

    Seorang warga Kramat Sirau Karangmoncol mengecek lokasi talud jalan yang longsor, beberapa waktu lalu.

    PURBALINGGA, serayunews.com – Persediaan kawat Bronjong di Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) menipis. Saat ini, tersisa hanya 28 lembar saja. Padahal saat ini intensitas hujan di Kota Perwira tergolong tinggi dan berpotensi terjadinya longsor, khususnya Purbalingga bagian utara.


    Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni mengatakan, sampai September lalu, stok yang sudah terdistribusikan sebanyak 445 lembar kawat bronjong. Namun kebutuhan tetap terus diupayakan.

    “Saat ini tinggal 28 lembar. Harapannya, tahun ini tidak ada bencana banjir maupun longsor yang sampai menelan banyak kerugian,” kata Muksoni, Jumat (16/10/2020).

    Diakuinya, potensi permintaan kawat bronjong saat hujan tinggi tidak dapat dipungkiri. Ketika intensitas hujan tinggi, di wilayah Purbalingga potensi terjadi bencana. Terutama pada Purbalingga bagian utara. Mengingat topografi wilayahnya perbukitan dan lembah. Wilayah tersebut tersebar pada puluhan desa. Meskipun hanya longsor skala kecil, seperti tebing pendek, atau jalan ambles.

    “Kalau dirata-rata saat ada hujan dengan intensitas tinggi di tahun sebelumnya, ada saja desa yang mengalami bencana tanah longsor. Namun sampai hari ini masih kategori tanah longsor biasa dan tidak menelan korban jiwa. Jika sudah parah dan membutuhkan bantuan kawat bronjong, segera kita kirimkan,” tambahnya.

    Jika melihat data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), setidaknya 66,67 persen wilayah di Kabupaten Purbalingga rawan terjadi pergerakan tanah dan bencana longsor. Pasalnya, topografi di wilayah utara berupa pegunungan dan lembah.

    “Wilayah itu meliputi ‎Kecamatan Karangjambu, Karangreja, Bobotsari, Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol dan Rembang,” katanya.

    Sedangkan beberapa wilayah rawan longsor dengan skala sedang berada di wilayah Kejobong, Kaligondang dan Bukateja. Selain rawan longsor wilayah Kaligondang, Karangmoncol, Karangjambu, Bukateja, Kemangkon dan Bobosari juga rawan bencana banjir. Total wilayah rawan tanah longsor ada di 13 kecamatan, 65 desa. Harapannya, dengan langkah preventif, ketika ada bencana tanah longsor bisa diminimalkan tingkat kerugiannya.

    Prinsipnya, pihaknya menginventarisasi wilayah yang rawan longsor dan yang telah mengalami longsor. Ratusan lembar kawat bronjong juga sudah didistribusikan dalam tahun 2020 ini.

    Berita Terkini

    Akeeh Pol !! Utang Rp 8,8 Triliun Direstrukturisasi di Banyumas Raya

      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto mencatat ada 139.512 debitur perbankan yang telah melakukan restrukturisasi kredit hingga 15 Oktober 2020. Dengan jumlah mencapai Rp 8,827...

    Inilah Daerah di Banyumas yang Rawan Longsor sampai Puting Beliung

    Musim hujan telah tiba. Warga Banyumas diminta waspada karena beberapa daerah rawan mengalami bencana alam seperti longsor, banjir, dan puting beliung. Banyumas, Serayunews.com Pemerintah Kabupaten Banyumas...

    Mundur Alon-alon, Truk Malah Terguling di Jalan Raya Pengadegan

    Truk boks bernomor polisi S-8836-NC yang bermuatan plastik rol tidak kuat menanjak di ruas Jalan Raya Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Akibatnya, truk yang dikendalikan Ari...

    Ngeri Pisan! Malam Hari Tembok Kamar Dijebol Longsor di Mrebet

    Lima rumah di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga rusak akibat longsor dan tertimpa pohon. Musibah di malam hari tersebut dipicu hujan deras disertai...

    Berita Terkait

    Hujan Deras, Turap Belakang Rumah Ilyas Amblas 

      Intensitas hujan yang terus meningkat menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Cimanggu. Longsor menimpa rumah milik Ilyas warga Desa Karangsari. Cilacap, Serayunews.com Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan...

    Inilah Daerah di Banyumas yang Rawan Longsor sampai Puting Beliung

    Musim hujan telah tiba. Warga Banyumas diminta waspada karena beberapa daerah rawan mengalami bencana alam seperti longsor, banjir, dan puting beliung. Banyumas, Serayunews.com Pemerintah Kabupaten Banyumas...

    Mundur Alon-alon, Truk Malah Terguling di Jalan Raya Pengadegan

    Truk boks bernomor polisi S-8836-NC yang bermuatan plastik rol tidak kuat menanjak di ruas Jalan Raya Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Akibatnya, truk yang dikendalikan Ari...

    Ngeri Pisan! Malam Hari Tembok Kamar Dijebol Longsor di Mrebet

    Lima rumah di Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga rusak akibat longsor dan tertimpa pohon. Musibah di malam hari tersebut dipicu hujan deras disertai...

    Ayo Pada Nonton Festival Film Purbalingga Dimulai Sabtu Pekan Ini

    Ajang perfilman terbesar di Banyumas raya kembali digelar. Tentunya akan ada perbedaan pada Festival Film Purbalingga (FFP) 2020 ini, karena di masa pandemi. Penayangan...

    Blereng Gaes,Motoran Tapi Mabok, Didit Los Dol Tabrak Pohon

    Kecelakaan tunggal dialami Didit Setiawan (33) warga Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga Selasa (20/10/2020). Diduga karena mabuk, motor Yamaha Mio nopol R-5027-NV yang...