Selasa, 18 Mei 2021

Rampas HP Pelajar di Purbalingga, Residivis ini Bakal Berlebaran dari Balik Jeruji Besi

Pelaku perampasan hp di ruang konferensi pers Polres Purbalingga

Pria berinisial AMA (25) warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara kini harus berurusan lagi dengan polisi. Harapan lebaran kumpul dengan keluarga pun kandas sudah. Baru lima bulan keluar penjara, kini harus kembali mendekam di balik dinginnya jeruji besi. Pasalnya, dia kembali berulah dengan melakukan perampasan telepon genggam, di wilayah Bukateja Purbalingga.


Bukateja, serayunews.com

Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Pujiono, menyampaikan pelaku berinisial AMA (25) berhasil diamankan berikut barang buktinya sehari setelah beraksi. Dia melakukan aksinya di wilayah Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (29/4/2021) malam.

“Tersangka ditangkap sehari setelah beraksi,” kaya Kompol Pujiono, didampingi Kapolsek Bukateja Iptu Wartono, Selasa (4/5/2021).

Korban perampasan yakni seorang pelajar SMP bernama Rizki Ramadani (15) warga Desa Majasari, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Modus yang dilakukan, pelaku berpura-pura jatuh dari sepeda motornya di daerah sepi pinggir sawah kemudian minta tolong. Saat ditolong, pelaku minta korban menunjukkan alamat dengan memboncengkan korban.

“Namun di tengah jalan pelaku merampas telepon genggam milik korban kemudian kabur,” katanya.

Pelaku perampasan hp

Akibat kejadian tersebut korban kemudian melaporkan peristiwa ke Polsek Bukateja. Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kemudian dilakukan penyelidikan dan upaya ungkap kasus oleh Unit Reskrim Polsek Bukateja.

“Berdasarkan ciri-ciri pelaku yang memiliki tato di wajah dan jenis kendaraan yang dipakai saat beraksi, akhirnya polisi berhasil mengamankan tersangka berikut barang buktinya pada Jumat (30/4/2021),” kata dia.

Dari tangan tersangka diamankan satu unit sepeda motor Honda CBR warna merah-putih yang dipakai pelaku saat beraksi. Selain itu, diamankan satu telepon genggam merk Samsung tipe J2 Prime milik korban yang dirampas pelaku.

“Tersangka merupakan residivis kasus curanmor di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Tersangka baru lima bulan keluar dari Lapas Banjarnegara,” kata Pujiono.

Berdasarkan keterangan tersangka ia nekat melakukan aksi perampasan telepon genggam karena membutuhkan uang. Sebab ia tidak memiliki pekerjaan setelah keluar dari Lapas sehingga nekat melakukan perampasan telepon genggam.

Kabag Ops menambahkan kepada tersangka dikenakan pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Editor :M Amron

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini