Selasa, 18 Mei 2021

Sambil Gendong Anak, Ibu-ibu Blokir Jalan di Kemangkon Purbalingga

Jalan Rusak karena Galian C, Pemkab Akan Perbaiki

Warga sedang memblokade Jalan utama di Desa Kemangkon, yang menjadi akses utama truk galian C kian rusak.

Jalan utama di Desa Kemangkon, yang menjadi akses utama truk galian C kian rusak. Pemkab Purbalingga berencana akan melakukan perbaikan jalan tersebut menggunakan cor. Anggaran perbaikan tersebut telah dialokasikan di APBD 2021.


Purbalingga, Serayunews.com

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, untuk jalan di Kemangkon rencananya akan dilakukan pengecoran. Sehingga tidak lagi menggunakan aspal. Dana untuk proyek tersebut sudah dialokasikan dari ABPD Murni 2021.

“Sudah masuk di anggaran 2021,” kata Tiwi.

Disinggung mengenai polemik yang terjadi di Kemangkon, Tiwi mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Pemkab juga tak tinggal diam atas hal tersebut. Oleh karena itu, di tahun 2021 telah menganggarkan dana perbaikan.

“Kita melihat galian itu sudah berizin apa belum, ada dampak apa tidak. Satpol sudah turun mengecek lapangan, kita sudah turun melalui Pjs, akan ada perbaikan. Menjembatani ada permasalah apa yang harus ditangani,” kata Tiwi.

Diketahui, aksi warga yang terakhir terjadi pada Jumat (08/01/2021). Puluhan warga setempat, dan bahkan tak sedikit kaum ibu turun memblokir jalan. Truk-truk yang saat itu memuat pasir hasil tambang dipaksa diadang.

Aksi yang keempat itu, menurut Tarno, salah seolah warga, merupakan aksi spontanitas. Tak ada rencana terlebih dahulu. Pagi itu, puluhan ibu-ibu yang bahkan masih menggendong anaknya memaksa berhenti truk. Mereka sudah sangat kesal karena kondisi jalan yang kian parah.

“Ini merupakan aksi keempat yang kami lakukan. Selama ini, tak pernah ada solusi terkait kerusakan jalan yang diakibatkan aktivitas penambangan di desa kami. Kami melarang truk pengangkut galian C lewat di jalan desa yang ada di wilayah dusun kami,” kata Tarno.

Satu di antara sopir yang enggan menyebut nama, mengatakan pihaknya hanya bisa pasrah. Sebagai sopir truk, dia dan kawan-kawan hanya menjalankan tugas.

“Mau bagaiman lagi, kami tak bisa melawan warga,” ujarnya.

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini