Selasa, 18 Mei 2021

Sebanyak 2.203 Ekor Sapi Lahir di Purbalingga Melalui Program Kawin Suntik, Begini Rinciannya 

inseminasi buatan, kawin suntik, sapi hasil kawin suntik, sapi inseminas buatan, program inseminasi buatan, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini
Peningkatan populasi sapi melalui program Inseminasi Buatan (IB)

Pada tahun 2020 populasi sapi di Kabupaten Purbalingga tercatat sebanyak 2.203 ekor. Peningkatan populasi itu dilakukan melalui program Inseminasi Buatan (IB), atau kawin suntik. Inseminasi ini merupakan program nasional yakni Sapi Kerbau Komuditas Andalan Negeri (Sikomandan), dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.


Purbalingga, serayunews.com

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dinpertan) Purbalingga Mukodam, mengatakan ada peningkatan hasil produksi melalui Inseminasi. Pada tahun 2019 tercatat angka kelahiran anak sapi mencapai 1.973. Sedangkan di tahun 2020 berhasil dilahirkan 2.203 ekor ternak sapi.

“Pada tahun 2020, berhasil dilahirkan 2.203 ekor ternak sapi. Meningat cukup baik dibanding tahun 2019 yakni 1.973 kelahiran atau mengalami kenaikan 11,65% padahal pelayanan dilaksanakan di tengah pandemi Covid 19,” kata dia, Kamis (15/04/2021).

Jumlah kelahiran hasil inseminasi telah melampaui target, yakni 2.118 ekor. Sedangkan jumlah sapi yang terdeteksi bunting sebanyak 2.390 ekor. Sementara 92,2% sapi bunting dapat melahirkan anak.

Kegagalan mempertahankan sapi bunting sampai melahirkan dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya pola pemeliharaan sapi oleh para petani peternak, terjadinya gangguan reproduksi serta beberapa petani menjual sapi yang sedang bunting karena harganya menjadi meningkat signifikan.

“Apabila 2.203 ekor hasil inseminasi tahun 2020, apabila tiap ekor akan sapi umur 4 bulan dihargai senilai Rp. 8 juta rupiah saja maka sudah menghasilkan senilai Rp. 17,6 milyar lebih. Ini nilai yang cukup signifikan dalam membantu para petani peternak untuk meningkatkan pendapatan,” katanya.

Lebih lanjut Mukodam menjelaskan, berdasarkan jumlah sapi yang dilakukan inseminasi buatan, yakni 5.153,  dibandingkam dengan jumlah sapi bunting yakni 2.390 ekor, maka rasio keberhasilan inseminasi buatan sebesar 46,30 persen.

Artinya, setiap ekor sapi rata rata bunting setelah dilakukan kawin suntik yang kedua,16 kali artinya sapi betina untuk dapat bunting rata rata perlu di kawin suntuk 2 kali atau 3 kali.

“Capaian ini harus terus ditingkatkan agar keberhasilannya semakin baik,” ujarnya.

Peningatan populasi ternak sapi sebagai bagian dari upaya mendorong pemenuhan kebutuhan daging lokal maupun nasional. Guna mendukung peningkatan produksi sapi, digencarkan aturan larangan penyembelihan ternak ruminansia betina produktif.

“Penambahan populasi ini tentu akan mendorong pemanfaatan potensi hijauan pakan, rumput dan limbah hasil pertanian di Purbalingga yang masih sangat melimpah,” ujarnya.

Daryo, peternak asal Desa Kalapacung Kecamatan Bobotsari menyampaikan, pelayanan kawin suntik sangat bermanfaat.  Hasil anakan yang dilahirkan lebih bagus. Selain itu, petugas dapat dipanggil setiap saat apabila dijumpai sapi betina birahi. Petugas juga tetap melakukan layanan pemeriksaan kebuntingan pula.

“Harapan saya agar layanan ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan agar pendapatan para petani peternak semakin baik dan populasi ternak sapi di Kabupaten Purbalingga terus meningkat lebih signifikan,” kata Daryo.

Editor :M Amron

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini