Cilacap, serayunewes.com – Bagi anda pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wijaya Cilacap, siapkan tandon atau penampung air mulai awal Juli 2019 hingga dua bulan kedepan. Gunakanlah air bersih sehemat mungkin. Jaringan irigasi Serayu yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku PDAM, akan dikeringkan total. Hal itu berdampak pada ribuan pelanggan PDAM. Pada saat tertentu, air bersih dari PDAM Cilacap yang biasanya lancar akan terganggu. Bahkan, bisa berhenti sementara.

Direktur Utama PDAM Tirta Wijaya, Bambang Yulianto menjelaskan, daerah Irigasi Serayu mulai dikeringkan per 1 Juli hingga 15 September 2019. Program pengeringan untuk persiapan Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Serayu 2019 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

Saluran irigasi itu dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk instalasi pengolahan air (IPA) Kesugihan. Kondisi itu mengakibatkan aliran air baku terganggu. Sehingga PDAM Tirta Wijaya beralih mengambil air baku langsung dari Sungai Serayu menggunakan pompa di tiga intake.

“Jadwal pengeringan 1 Juni, kemudian ditunda. Dan terhitung mulai 1 Juli pukul 00.00 WIB, jaringan irigasi Serayu dikeringkan sampai 15 September 2019 mendatang,” jelasnya.

Ketika sedang dilakukan pengeringan saluran irigasi, PDAM akan mengambil air baku langsung dari Sungai Serayu dengan menggunakan mesin pompa di tiga intake yakni Kesugihan, Pesanggrahan dan Bulupayung. Hal ini dilakukan agar PDAM tetap bisa memproduksi air bersih untuk melayani pelanggan. Namun, pengambilan air baku secara langsung dari Sungai Serayu dipengaruhi oleh keadaan pasang surut air laut. Sebab pada saat laut pasang, air Sungai Serayu menjadi asin karena tercampur dengan air laut. Ketika laut pasang setinggi satu meter saja, air di Sungai Serayu menjadi asin.

“Yang sangat terpengaruh hanya intake Kesugihan, sedangkan Pesanggrahan dan Bulupayung aman,” ungkapnya.

Selain langkah tersebut, pihaknya juga menyiapkan tandon untuk menampung air baku yang diambil dari Sungai Serayu ketika air laut sedang tidak pasang.

Pasalnya, PDAM Cilcap tidak bisa mengolah air sungai Serayu pada saat kadar garam tinggi. Spesifikasi alat pengolahan air milik PDAM Cilacap hanya mampu mengolah saat kadar garam dibawah 500 ppm (part per million).

“Kami menjamin pasokan air bersih selama masa pengeringan irigasi tetap aman,” tandasnya.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kesugihan sendiri memiliki kapasitas produksi 550 liter per detik. Sementara IPA Maos dengan kapasitas produksi 110 liter per detik. Kedua IPA tersebut melayani lebih dari 60.000 pelanggan yang berada di 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Jeruklegi, Kawunganten, Kesugihan, Adipala, Sampang, Maos, Kroya, dan Nusawungu.

Disinggung mengenai debit air Sungai Citanduy yang mengalami penurunan.

Komentar