Satpol PP Kab Cilacap merazia pelajar yang membolos sekolah di Kawasan GOR Wijayakusuma Cilacap

Cilacap, Serayunews.com – Sejumlah pelajar yang asik berkumpul di sebuah warung di komplek Gedung Olah Raga (GOR) Wijayakusuma, kaget setelah petugas Satuan Polisi Pamong Praja berdatangan. Beberapa diantaranya yang udad udud dan cengar cengir, mendadak kebingungan dan tampak celilian. Pelajar yang ada disitu bukan belajar kelompok atau sedang beristirahat, karena dipastikan waktu itu jamnya anak sekolah. Disaat teman sekolah yang lain serius di ruang kelas, mereka justru asik asikan diskusi di warung kopi. Tanpa basa basi, petugas menaikan mereka ke truk yang disiapkan untuk mengangkut ke kantor SatPol PP Cilacap.


Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap, Yuliaman Sutrisno menjelaskan, petugas Satpol PP sedang menggelar operasi untuk ketertiban umum. Saat sedang berpatroli di sekitar lapangan dan Gor Wijayakusuma sekitar pukul 08.00 WIB, sekumpulan pelajar ini berada di warung. Saat ditanya petugas, jawaban mereka tidak meyakinkan dan dipastikan membolos sekolah.

“Saat itu jam pelajaran, dan mereka ini (para pelajar) ditanya jawabannya ngawur semua. Ada yang bilang ijin, pulang gasik, ada kegiatan sekolah diluar ada yang bilang juga sedang PKL. Maka kami interogasi lebih lanjut dan diamankan ke kantor Satpol PP,” jelasnya, Selasa (29/10/2019)

Dikatakannya, para pelajar yang terjaring berjumlah 9 siswa, diantaranya 1 siswa SMK Negeri 2 Cilacap, 5 siswa SMK Boedi Oetomo (Boedoet) Cilacap, 1 siswa SMK Muhamadiyah, 1 siswa SMP Negeri 06 Cilacap, dan 1 siswa SMK Wijayakusuma Cilacap. Bagi siswa yang terkena operasi mereka diberikan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan. SatPol PP juga berkoordinasi dengan pihak keluarga maupun sekolah yang bersangkutan.

“Ini operasi ketertiban untuk para pelajar. Kita tahu penyimpangan yang dilakukan oknum pelajar masih ada. Ketika jam sekolah mereka tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi malah berada di tempat yang tidak semestinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, tindakan merazia pelajar merupakan salah satu upaya menegakkan ketertiban umum. Dengan pelajar tidak mengikuti pelajaran pada jam sekolah ini dikhawatirkan berperilaku tidak baik sehingga berpotensi mengganggu ketertiban dan rawan. Salah satu buktinya, saat mengecek satu persatu ponsel pelajar yang terkena razia, ditemukan konten pornografi. Dari salah satu faktor ini, bisa memicu perbuatan yang semestinya tidak dilakukan generasi muda apalagi pelajar. Sehingga, langkah ini juga merupakan tindakan preventif agar generasi muda tidak kehilangan arah.

“Generasi muda merupakan masa depan bangsa dan harus dijaga bersama agar menjadi generasi yang unggul, seperti visi misi negara kita yang sedang dibangun saat ini. Kita akan terus menggalakan razia semacam ini sehingga harapannya peristiwa semacam ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Komentar