Viral Puskesmas Terlambat Tangani Bayi Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Cilacap, Serayunews.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap melakukan investigasi ke lapangan terkait dengan viralnya kasus bayi melahirkan di Puskesmas Kawunganten, karena diduga terlambat dalam penanganan. Sehingga menyebabkan bayi meninggal dunia.

“Sudah dilakukan investigasi ke lapangan oleh Tim Dinkes, besok pasti akan ada pembinaan khusus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi.

Investigasi ini, dikatakan jika tidak hanya meminta keterangan petugas yang saat itu bertugas, tetapi juga kepada pihak keluarga. Sehingga akan diperoleh informasi yang lebih valid.

Pembinaan, kata dia akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini akan dilakukan setelah hasil investigasi rampung.

“Ada ketentuannya, bisa berupa teguran, sanksi, atau tindakan lain,” ujarnya.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah pihak keluarga mencurahkan unek-unek dan kronologisnya melalui Facebook. Bahkan sampai Minggu (27/9/2020) Pukul 15.00 WIB, sudah ada sebanyak 15.606 komentar dan 7.538 like.

Dalam postingan yang diunggah oleh akun Listiyo Aji Pamungkas ini, berawal dari Kakak perempuannya yang melahirkan di Puskesmas Kawunganten. Sejak Subuh sudah terasa mulas, dan baru sekitar Pukul 09.00 WIB ke Puskesmas, selang 30 menit, bayi lahir.

Akan tetapi, bayi tidak langsung menangis pada saat lahir dan warna kulit bayi dari dada ke atas berwarna biru. Keluarga pun menanyakan kepada petugas, akan tetapi setelah tiga kali lapor, baru direspon pada Pukul 16.00 WIB.

Selain itu, di dalam mulut bayi terdapat cairan lendir yang harus disedot.  Namun petugas tidak ada yang memerhatikan. Sehingga mertua kakaknya membersihkan sendiri. Melihat hal itu, petugas dan bidan yang shift sore mengatakan jika hal tersebut berbahaya dan menanyakan kenapa tidak ada yang memantau, karena akan berakibat fatal.

Dikatakan jika Puskesmas membuat laporan jika bayi menangis saat dilahirkan dan rujukan ke RSI mengatakan jika laporan Puskesmas tidak sesuai dengan kenyataan. Pihaknya juga memaklumi apabila alat di Puskesmas kurang lengkap, akan tetapi seharusnya Puskesmas memberikan laporan sesuai dengan kenyataan, dimana jika bayi terlihat tidak normal maka disampaikan tidak normal. Pihaknya juga menyayangkan sikap dari bidan.

Seharusnya kelahiran bayi tersebut menjadi kebahagiaan bagi keluarganya, akan tetapi justru menjadi duka, karena bayi tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia.

Berita Terkait

Suara Ledakan dan Kepulan Asap Pabrik Semen Bikin Panik Warga, Ini Penjelasan PT SBI

Cilacap, Serayunews.com - Suara ledakan, gemuruh disertai kepulan asap dari Pabrik Semen di Cilacap, membuat panik dan ketakutan warga sekitar. Peristiwa itu terjadi pasa...

Kepala Puskesmas Kawunganten Meminta Maaf Atas Kelalaian Petugasnya

Cilacap, Serayunews.com-Kepala Puskesmas Kawunganten Edy Kuncoro meminta maaf atas peristiwa di Puskesmas yang menyebabkan seorang bayi meninggal dunia. Hal ini dikarenakan bukan suatu suatu...

Kepala Puskesmas Kawunganten Meminta Maaf Atas Kelalaian Petugasnya

Cilacap, Serayunews.com-Kepala Puskesmas Kawunganten Edy Kuncoro meminta maaf atas peristiwa di Puskesmas yang menyebabkan seorang bayi meninggal dunia. Hal ini dikarenakan bukan suatu suatu...

Bupati Harus Tindak Tegas Oknum Petugas Kesehatan di Puskesmas Kawunganten 

Cilacap, Serayunews.com-Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap meminta Bupati Cilacap memberikan sanksi tegas kepada oknum tenaga medis di Puskesmas Kawunganten yang diduga...

Dinkes Cilacap : Petugas Puskesmas Kawunganten Lalai

Cilacap, Serayunews.com-Petugas kesehatan yang diindikasikan ada kelalaian dalam melakukan penanganan di Puskesmas Kawunganten, akan dibina oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Hal ini diungkapkan oleh...

Berita Terkini

SBI Menyalurkan Bantuan Paska Banjir di Cilacap Barat

PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk melakukan aksi kemanusiaan terkait banjir di Cilacap. PT SBI pabrik bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten...

Dugaan Penyalahgunaan Bansos Panaskan Pilkada Purbalingga

Ketua Tim pemenangan Paslon Muhammad Zulham Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni), kembali lapor ke Bawaslu, Jumat (27/11/2020) siang. Dua hal yang dilaporkan, yakni adanya dugaan ketidaknetralan...

Baznas Banjarnegara Tak Hanya Urusi Derma, Tapi Juga Latih Kewirausahaan para Pemuda

Sejumlah 48 remaja usia produktif telah lulus mengikuti Pelatihan Kerja Usaha Ekonomi Produktif yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Banjarnegara, Jumat (27/11/2020). Sekretaris...

BI Menilai Sekalipun Pandemi, Ekonomi Purwokerto Relatif Baik

  Tahun 2020 Indonesia dan negara lain harus berjuang membangkitkan perekonomian dari dampak serangan wabah Corona Virus (Covid-19). Sebab, berbagai sektor yang terdampak wabah ini...

Alhamdulillah, RSUD Hj Anna Lasmana Banjarnegara Tambah 19 Bed untuk Pasien Cuci Darah

RSUD Hj Anna Lasmana Banjarnegara terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien hemodialisa (HD) atau cuci darah. Salah satu bentuk peningkatan pelayanan adalah dengan menambah 19...

Maling Rakus, Embat Minyak Goreng, Besi, dan Kotak Sumbangan Milik Klenteng di Purbalingga

Sungguh rakus pencuri di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga. Bagaimana tidak, mulai dari minyak goreng, besi, sampai kotak sumbangan dia embat. Alhasil, pihak Klenteng...

Royal Team, Jawara Esports asal Cilacap yang Profesional

Esports memang bukan hal baru di era digital. Namun, di Indonesia, esports baru saja mulai berkembang. Esport makin berkembang karena orang-orang diimbau berada di...

Terus Meningkat, Ada 2.129 Kasus Covid-19 di Cilacap

Angka Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Cilacap terus meningkat. Sampai Jumat (27/11/2020) jumlah kasus ada sebanyak 2.129 orang yang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut...