Sabtu, 17 April 2021

Warga Banyumas Keluhkan Bansos Tidak Tepat Sasaran

kantor staf presiden
Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar kegiatan forum diskusi bertajup “KSP Mendengar” menyerap aspirasi sejumlah masyarakat dari berbagai kalangan di Kabupaten Banyumas

Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar kegiatan forum diskusi bertajup “KSP Mendengar” menyerap aspirasi sejumlah masyarakat dari berbagai kalangan di Kabupaten Banyumas. Dalam kegiatan yang dihelat di Hotel Aston Purwokerto tersebut, banyak peserta yang mengeluhkan masih adanya bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran.


Purwokerto, serayunews.com

Seperti yang diungkapkan salah satu perserta. Dijelaskan ada bansos Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menyatakan bahwa, masih ada bantuan sosial untuk UMKM yang tidak tepat sasaran, sehingga banyak UMKM yang akhirnya sulit untuk bertahan ditengah pandemi Covid-19.

Tidak hanya soal bansos, ada beberapa orang yang juga mengeluhkan dengan kasus terorisme yang baru-baru ini kerap ditemukan. Dimana mereka menyarankan agar penangkapan kasus terorisme untuk tidak terlalu di blow up.

Menurut keterangan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Anggota di Deputi IV Bindang Komunikasi Politik, Ngatoillah yang juga merupakan pemandu acara mengaku, bahwa program KSP turun langsung ke masyarakat sudah berlangsung sejak tahun 2020, terutama pada saat pandemi Covid-19.

“Tentunya kita turun ke masyarakat secara langsung untuk mendengar aspirasi masyarakat, mendengar masukan, keluhan ataupun yang menjadi keluh kesah mereka. Bahkan juga apresiasi ketika pemerintah melakukan program-program tertentu. Dalam forum ini kita tidak membatasi, karena ini konsepnya KSP mendengar, jadi kita tidak membatasi apapun yang ingin mereka sampaikan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, lanjut Dia, nantinya akan dibawa ke Jakarta, jika ada persoalan menyangkut ke ranah kementerian ataupun lembaga, akan langsung disampaikan tentunya dengan prosedur yang ada. “Ini pesertanya dari berbagai stakeholder, dari berbagai kelompok, keagamaan, kepemudiaan, organisasi profesi seperti UMKM, memang tidak bisa kita undang semua, karena kapasitasnya terbatas,” kata dia.

Dari tahun sebelumnya, program KSP mendengar ini sudah menyerap berbagai aspirasi yang ada. Pada tahun 2020, aspirasi yang banyak masuk yakni terkait Covid-19, pangan, pemulihan ekonomi hingga pendidikan.

“Hasilnya, seperti pendidikan online, kita serap keluh kesah mereka di lapangan seperti apa. Kita sampaikan ke Kementrian Pendidikan, dimana akhirnya ada pulsa gratis untuk pendidikan secara online,” ujarnya.(san)

Berita Terkait

- Advertisement -

Berita Terkini