Wow, Bayar Pajak Pakai Uang Receh Dua Karung

Strategi Program Celengan Kenthongan di Desa Karangbawang Purbalingga

Desa Karangbawang Kecamatan Rembang, Purbalingga. Pemdes membuat program ‘celengan kenthongan’.

Kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) relatif masih rendah. Oleh karenanya, diperlukan strategi agar bisa terwujud pelunasan tepat waktu. Seperti di Desa Karangbawang Kecamatan Rembang, Purbalingga. Pemdes membuat program ‘celengan kenthongan’.


Purbalingga, Serayunews.com

Toyo, Kepala Desa Karangbawang, mengungkapkan bahwa menarik pajak kepada warga dengan cepat ternyata tidak mudah. Oleh karenanya dia membuat strategi agar warga membuat “Celengan Kenthongan”. Celengan atau tabungan ini dibuat untuk mengumpulkan uang receh kembalian belanja. Namun, ketika diakumulasi nilainya cukup lumayan mengurangi beban.

“Celengan Kenthongan ini memanfaatkan uang receh, uang kembalian belanja seperti uang Rp 100 perak, 200 perak, 500 perak, biasanya tergeletak di meja tidak digunakan itu dikumpulkan untuk ditabung dan membayar pajak,” katanya.

Dijelaskan, biasanya, uang receh kembalian belanja tergelatak seolah tak ada nilai. Dari hal sederhana itu, sedikit demi sedikit jika sudah terkumpul akan mengurangi beban untuk tagihan PBB. Sehingga, tidak terasa tanpa harus mengurangi alokasi dana keperluan lain, pajak tetap bisa terbayar.

“Alhamdulillah semua bisa terlunasi. Pembayaran PBB ke Bank Jateng kami pakai koin sampai dua karung,” katanya.

Karangabawang merupakan satu di antara sepuluh desa di Kabupaten Purbalingga yang mendapatkan hadiah LED TV dari Bank Jateng. Hadiah diberikan kepada desa yang melakukan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tercepat. Penyerahan hadiah dilakukan pada acara Rapat Kordinasi dan Evaluasi Pelunasan PBB P2, di Pendapa Dipokusumo, Selasa (24/11/2020).

Sepuluh desa tersebut yaitu Desa Karangbawang (Rembang), Desa Gondang (Karangreja), Desa Nangkasawit (Kejobong), Desa Pandansari (Kejobong), Desa Buara (Karanganyar), Desa Danasari (Karangjambu), Desa Timbang (Kejobong), Desa Brecek (Kaligondang), Desa Gumiwang (Kejobong) dan Desa Arenan (Kaligondang).

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Purbalingga Drs Subeno SE MSi menyampaikan, jatuh tempo per 30 September 2020 ini ada 2 kecamatan yang sudah lunas PBB P2 yakni Karangreja dan Kejobong. Oleh karenannya kedua pemerintah kecamatan tersebut juga mendapatkan penghargaan yang sama.

“Per 23 November sudah ada lima kecamatan dan 173 desa/kelurahan yang sudah melunasi PBB P2. Jika tahun lalu melebihi jatuh tempo kena denda, tahun ini karena ada relaksasi maka yang terlambat tidak kena denda,” kata Subeno.

Terkait pendapatan PBB ini, pihaknya optimis dapat tercapai sesuai dengan target. Bahkan juga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2020 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada OPD pendukung (PAD). Meskipun dari 12 OPD pendukung pengelola pendapatan masih ada yang di bawah 50% dari target yakni Dinporapar, yang lain ada yang sudah, ada yang masih proses,” imbuhnya.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana SH MSi meminta kepada para Camat untuk mendorong para Kadesnya yang belum menyetorkan pajaknya 100%. Karena salah satu daya dukung untuk bisa melakukan pembangunan di Purbalingga adalah masukan dari PBB P2.

Baca Juga : Wayaeh Mbayar Pajak, Mumpung Gratis Denda Pajak dan Bea Balik Nama

“Paling tidak akhir bulan ini (November) bisa dilunasi. Meski di era pandemi ada relaksasi tapi setidaknya bisa mengedukasi bagaimana kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk berkontribusi membangun Purbalingga yang sampai saat ini PAD-nya masih sangat kecil,” ungkapnya.

Selain pemberian penghargaan atas pelunasan PBB-P2 tercepat, juga dilakukan pengundian dengan hadiah dua unit sepeda motor. Peserta pengundian ini yakni 89 desa/kelurahan yakni yang sudah melakukan pelunasan PBB-P2 sebelum jatuh tempo 30 September 2020. Adapun yang berhasil memenangkan undian ini yakni Desa Brecek dan Desa Nangkod.

Berita Terkait

Berita Terkini