Selasa, 24 Mei 2022

Berwisata ke Purbalingga Aman dan Nyaman, Pelaku Pariwisatanya Sudah Divaksin Booster

Kepala Dinporapar Purbalingga memasang stiker booster di tempat usaha pariwisata yang karyawannya sudah sepenuhnya tervaksin. (Amin)

Para pelaku usaha di bidang pariwisata, tengah bersiap menghadapi momen libur Lebaran. Satu di antaranya adalah dengan mengikuti vaksinasi. Sebab, meski sudah ada pelonggaran, namun Pandemi Covid-19 belum benar-benar pergi. Maka mereka perlu memberikan jaminan rasa aman kepada para pengunjung dengan vaksinasi.


Purbalingga, serayunews.com

Lebaran tahun ini pemerintah memberikan pelonggaran kepada masyarakat, untuk bisa mudik. Maka dari itu, diprediksikan gelombang mudik akan cukup tinggi. Hal itu akan memberikan imbas pada ramainya kunjungan wisata.

Baca juga  Tersangkut Truk, Tiang Telkom Roboh Menutup Jalan Soekarno Hatta Purbalingga

Kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Prayitno menyampaikan, momen ini bisa menjadi momen baik kebangkitan sektor pariwisata. Namun demikian, bayang-bayang Pandemi belum benar-benar pergi. Sehingga sebisa mungkin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Ini saatnya kebangkitan sektor pariwisata, tapi perlu juga menjaga kesehatan, mencegah persebaran covid 19,” kata Prayitno, Rabu siang.

Para wisatawan, tidak perlu terlalu khawatir jika hendak berwisata ke Purbalingga. Pasalnya, para pelaku usaha di sektor wisata telah melakukan vaksinasi booster. Termasuk para pekerja dan karyawannya.

Baca juga  Lantik Penjabat Kepala Daerah, Salah Satunya Banjarnegara, Ini Pesan Ganjar

“Setidaknya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung yang hendak berwisata,” katanya.

Pengunjung, bisa mengetahui lokasi yang seluruh pegawainya telah melakukan vaksin. Tempat itu ditandai dengan stiker dari Dinkes tentang informasi vaksinasi pegawainya.

“Baik objek wisata, hotel, sampai restoran yang sudah sepenuhnya vaksinasi boster maka diberi tanda dengan stiker,” ujarnya.

Prayit mengakui, belum seratus persen para pegawai hotel mengikuti vaksinasi booster. Termasuk juga para pegawai dan pegiat pariwisata. Hal itu dikarenakan faktor kondisi fisik yang belum memenuhi syarat.

Baca juga  Tumpeng Nusantara Gotong Royong, Kukuhkan Pengurus Tlasih Delapan Tujuh Banjarnegara

“Kalo yang pelaku wisata sekitar 90 persen sudah. Ada yg belum, karena alasan kesehatan dan belum 3 bulan dari vaksin ke dua,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini