Senin, 23 Mei 2022

Bocah Kelas 5 SD Mampu Bikin Novel, Pede Temui Ganjar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kedatangan tamu spesial bernama Faith Abe Tanaya, usianya masih 11 tahun untuk memberikan kado novel karyanya sendiri berjudul Liga Pejuang Cilik.

Bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional pada Senin (17/5/2021), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kedatangan tamu spesial. Namanya Faith Abe Tanaya, usianya masih 11 tahun. Namun ia begitu percaya diri menemui Ganjar untuk memberikan kado novel karyanya sendiri berjudul Liga Pejuang Cilik.


Semarang, Serayunews.com

Novel itu merupakan karya ketiga bocah kelas lima SD Terang Bangsa Semarang tersebut. Sebelumnya, ia meluncurkan dua buku virtual dalam dua bahasa yakni Inggris dan Indonesia berjudul My Responsiball dan The Mysteriroof itu.

“Selamat siang pak, saya mau kasih buku ini buat bapak. Ini buku karya saya,” kata bocah yang akrab disapa Abe itu kepada Ganjar.

Baca juga  DPD REI Banyumas Raya Tebarkan Semangat Berbagi Melalui ‘REI Peduli, REI Berbagi’  

Tentu saja, Ganjar dengan bungah menerima kado tersebut. Apalagi, kado novel yang diterimanya itu adalah karya Abe sendiri. Ganjar pun tampak akrab ngobrol dengan putra semata wayang pasangan Heru Tanaya dan Heni Lestariyanti itu.

Dari obrolan itu, diketahui Abe tak hanya jago dalam urusan tulis menulis. Ia juga berprestasi dalam dunia coding, dan telah menjuarai lomba coding game tingkat nasional bernama Gecofest 2021.

“Kamu hebat ya, keren sekali lho,” puji Ganjar.

Kepada Ganjar, Abe mengatakan suka dengan dunia menulis sejak duduk di kelas 3 SD. Awalnya, ia mengatakan suka bercerita tentang pengalamannya selama di sekolah atau bermain dengan teman-temannya pada orang tuanya. Kemudian, orang tuanya meminta Abe menuliskan cerita itu.

“Sejak itu saya rajin menulis, sudah ada tiga buku yang saya buat. Cerita kisah nyata saya sehari-hari, ada juga cerita fiksi. Kalau buku yang saya berikan ke pak Ganjar itu buku sejarah. Itu kisah nyata, tapi saya ceritakan versi anak-anak dan tokoh-tokohnya fiksi,” jelasnya.

Baca juga  Nahas! Atur Lalu Lintas, Petugas Lokawisata Baturraden Malah Terserempet Mobil Wisatawan

Buku Liga Pejuang Cilik itu lanjut Abe mengajak seluruh anak-anak berjuang menjadi pahlawan. Meskipun masih kecil, tapi anak-anak bisa menjadi pahlawan baik di rumah, di sekolah dan di lingkungannya.

“Kita semua pasti bisa jadi pahlawan, meskipun masih kecil,” jelasnya.

Di Hari Buku Nasional, Abe mengajak seluruh teman-temannya untuk mencintai buku.

“Cintailah buku, bacalah buku karena ia adalah jendela dunia. Buku itu lebih penting daripada gadget, jadi kita harus mementingkan buku dibanding game,” ucapnya.

Ditanya soal kesannya bertemu Ganjar, Abe mengatakan sangat senang karena ngefans berat dengan orang nomor satu di Jateng itu. Sudah lama ia ingin bertemu Ganjar, namun baru kali ini kesampaian.

Baca juga  Istri Bupati Cilacap Gelar Halalbihalal bersama Organisasi Wanita Kabupaten Cilacap

“Senang sekali, dari dulu saya pengen ketemu beliau. Hari ini ketemu dan saya bisa kasih buku. Pak Ganjar orangnya baik, sederhana dan ramah. Pak Ganjar juga lucu,” kata Abe tertawa.

Ganjar sendiri begitu bangga dengan prestasi Abe. Meski masih anak-anak dan masih duduk di bangku sekolah dasar, namun Abe sudah bisa menunjukkan prestasinya di kancah nasional.

“Saya ketemu anak hebat, masih kecil sudah juara lomba coding nasional. Sudah nulis buku, bahkan sudah ada tiga buku. Di Hari Buku Nasional ini, saya dapat kado buku dari Abe. Ini keren,” katanya.

Ganjar berpesan pada Abe untuk terus semangat belajar. Ia meminta Abe untuk terus menulis dan menebarkan semangat pada teman-teman sekaligus generasi muda Indonesia.

“Terus menulis ya, ajak teman-temanmu ikut menulis. Belajar yang rajin, semangat terus,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini