Selasa, 28 September 2021

Buku Inspiratif Cerita Anak Banyumas di Masa Pandemi Dilaunching

Bupati Banyumas Achmad Husein melanunching sejumlah buku cerita anak banyumas secara online di Smart Room Graha Satria Purwokerto, Jumat (23/7/2021). (Shandi)

Buku berjudul Sejuta Cerita Anak Banyumas di Masa Pandemi dilaunching, Jumat (23/7/2021). Buku tersebut diterbitkan Forum Anak Banyumas (Famas) bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas.


Purwokerto, serayunews.com

Launching buku dilakukan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein. Launching virtual dilaksanakan di Purwokerto Smart Room Graha Satria Purwokerto dengan diikuti oleh Forum Anak Banyumas perwakilan sekolah dan camat se Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan tersebut, Husein mengajak seluruh anak-anak di Kabupaten Banyumas untuk terus kreatif dan terus belajan meski di tengah pandemi Covid-19.

“Belajar tidak hanya dengan kata-kata dan filosofi tetapi juga dengan bergaul dan belajar, bersosialisasi dan mengamati kehidupan. Dengan kesungguhan dalam belajar pasti akan menjadi baik,” kata dia.

Husein juga berharap, meski di tengah pademi Covid-19, anak-anak tidak perlu bermain handphone seharian. Namun, usahakan melakukan kegiatan yang dapat membuat tubuh mereka bergerak, sehingga akan meningkatkan imun.

“Karena masa pandemi bisa di sekitar rumah saja. Kalau sudah selesai nanti pilihlah permainan yang interaksi langsung dengan teman lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Famas Banyumas, Muhammad Aditya Ibu menjelaskan, bahwa buku Sejuta Cerita Anak Banyumas, merupakan cetakan pertama dengan berisi 20 judul cerita. Buku tersebut baru dicetak sebanyak 76 eksemplar.

“Sesuai hari Ulang Tahun ke-76 kemerdekaan Indonesia dan akan dicetak ulang di kemudian hari. Buku yang berisikan 20 judul cerita ini, menurut kami merupakan cerita terbaik dari 56 anak yang sudah mengirimkan ceritanya ke kami. Ini juga apresiasi kami terhadap anak-anak di Banyumas yang memiliki cerita hebat di masa pandemi dengan cerita yang bermacam-macam kami kumpulkan menjadi buku,” kata dia.

Sementara itu menurut salah satu penulis cerita dibuku tersebut, Ida Lailatin dari MA Miftahul Huda Rawalo, mengaku senang tulisannya dapat dimuat di buku tersebut dan dinilai tulisan terbaik. Ia mengaku mengirimkan tulisan dengan judul “Ayahku Itu Pejuang”. Tulisannya mmenceritakan tentang ayahnya yang merupakan tenaga kesehatan, dan harus membagikan waktunya untuk pasien dan keluarganya.

“Di tulisan saya, saya menceritakan, ayah sebagai seorang tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah, membantu para pasien di tengah pandemi,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini