
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 26 penderes nira kelapa yang mengalami kecelakaan kerja.
Bantuan senilai total Rp195 juta tersebut diberikan kepada penderes yang mengalami luka-luka maupun meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (20/7/2026).
Program ini menjadi bentuk kepedulian Pemkab Banyumas terhadap para penderes, yang selama ini bekerja dengan risiko tinggi demi menopang perekonomian keluarga dan menjaga keberlangsungan industri gula kelapa.
Bantuan diberikan kepada penderes dari 11 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Dari total 26 penerima, sebanyak 13 penderes mengalami luka-luka, sedangkan 13 lainnya meninggal dunia saat bekerja. Bantuan bagi korban meninggal diserahkan kepada ahli waris.
“Saya berharap bantuan sosial ini dapat meringankan beban biaya pengobatan maupun pemakaman yang ditanggung para penderes dan keluarga,” ujar Sadewo.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan hanya bentuk dukungan finansial, tetapi juga wujud perhatian pemerintah kepada para penderes yang selama ini menjadi bagian penting penggerak ekonomi daerah melalui produksi gula kelapa.
Bupati Sadewo juga mengingatkan tingginya risiko pekerjaan sebagai penderes. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, hingga para penderes, untuk lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang layak serta memastikan kondisi fisik sebelum memanjat pohon kelapa menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas, Joko Siswoyo, menjelaskan bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Banyumas Tahun 2026 dan diperuntukkan bagi penderes yang belum terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.
Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp195 juta, dengan rincian:
Sebanyak 26 penerima bantuan berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, dengan rincian:
Joko berharap program perlindungan sosial bagi penderes dapat terus berlanjut sebagai upaya mengurangi risiko sosial akibat kecelakaan kerja sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyumas.
Selain memberikan bantuan saat musibah terjadi, pemerintah juga terus mendorong semakin banyak penderes memperoleh perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga kesejahteraan mereka semakin terjamin.