Sabtu, 20 Agustus 2022

Capaian Realisasi Investasi di Kabupaten Banyumas Terus Meningkat

Caption Foto : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf. (Foto : Hermiana E.Effendi)

Capaian investasi di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan. Bahkan sejak tahun 2017, capaian investasi peningkatannya selalu di atas 100 persen.


Purwokerto, Serayunews.com

Dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas diketahui, untuk tahun 2017 target investasi 252 miliar dan realisasi dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar 507 miliar atau 201 persen. Kemudian tahun 2018, target investasi 290 miliar dan tercapai 625 persen atau 216 persen. Tahun 2019 dari target investasi 230 miliar, tercapai 464 miliar atau 202 persen.

Baca juga  DPMPTSP Banyumas Gencar Sosialisasi LKPM

Selanjutnya, target investasi mulai mengalami peningkatan pada tahun 2020, yaitu sebesar 1.072 triliun dan DPMPTSP Banyumas tetap bisa melampaui target dengan capaian 1.077 triliun atau 101 persen. Capaian investasi ini dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19. Terakhir tahun 2021, target investasi ditetapkan menurun karena kondisi Covid, namun DPMPTSP tetap bisa melampaui hingga tercapai 1.021 triliun atau 179 persen.

“Pencapaian investasi ini karena kerja keras tim, dimana pimpinan juga selalu menggerakkan kita semua untuk terus jemput bola dan memudahkan investasi yang masuk ke Banyumas,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, Kamis (31/3/2022).

Baca juga  Bupati Purbalingga Sambut Kedatangan Penerbangan Perdana Wings Air ke Bandara Soedirman

Untuk tahun ini, investasi yang masuk ke Banyumas masih didominasi oleh pembangunan perumahan dan hotel. Untuk apartemen sudah mulai dalam tahap pengkajian dan tahun depan dimungkinkan akan mulai ada pembangunan apartemen di Banyumas.

“Untuk apartemen, saat ini sudah masuk proses pengkajian, kemungkinan ada dua lokasi yaitu di kawasan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan di daerah Jalan S. Parman,” jelasnya.

Sementara itu, untuk serapan proyek, masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibandingkan dengan Penanaman Modal Asing (PMA). Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir misalnya, untuk tahun 2019 serapan proyek PMDN ada 166 dan PMA ada 44. Kemudian tahun 2020, serapan PMA ada 32 dan PMDN sebanyak 381. Sedangkan untuk tahun 2021, serapan proyek PMDN mencapai 674 dan PMA 47.

Baca juga  Konvoi Berlagak Gangster Bawa Senjata Tajam Resahkan Purwokerto, 16 Remaja Cilacap Diangkut Polresta Banyumas

“Peningkatan investasi ini, tentunya juga berdampak pada serapan tenaga kerja, artinya semakin banyak investasi yang masuk, maka peluang kerja semakin banyak pula,” terang Amrin.

Berita Terkait

Berita Terkini