
SERAYUNEWS – Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali dibuka pada tahun 2026 dan menjadi salah satu kesempatan paling diminati oleh pelajar serta profesional muda Indonesia.
Pada tahun ini, pemerintah menyediakan total 5.750 kuota beasiswa untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana, magister, doktor, hingga pendidikan dokter spesialis, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahun, memahami cara daftar LPDP 2026 secara menyeluruh menjadi langkah awal yang sangat penting.
Pemerintah melalui LPDP menetapkan kuota beasiswa 2026 sebanyak 5.750 kursi. Kuota tersebut terdiri atas 1.000 kursi Beasiswa Garuda untuk jenjang S1, 4.000 kursi untuk program S2 dan S3, serta 750 kursi khusus pendidikan dokter spesialis.
Mayoritas kuota difokuskan pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa LPDP tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima, tetapi juga pada relevansi bidang studi dengan kebutuhan nasional, riset, dan industri strategis.
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.
Tahapan awal dimulai dengan pembuatan akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat email aktif.
Setelah akun diverifikasi melalui email, pendaftar dapat masuk ke sistem untuk melengkapi data pribadi, data keluarga, serta memilih jenis dan program beasiswa yang diinginkan.
Selanjutnya, pelamar diwajibkan mengunggah seluruh dokumen persyaratan sesuai ketentuan format dan ukuran.
Setelah semua data diisi dengan benar, pendaftar perlu melakukan pengecekan ulang sebelum mengirimkan formulir pendaftaran hingga memperoleh kode registrasi.
Proses ini menjadi krusial karena kesalahan kecil pada data atau dokumen dapat berakibat gugurnya pendaftaran pada tahap administrasi.
Seleksi LPDP dilakukan secara berlapis. Setelah pendaftaran ditutup, LPDP akan mengumumkan hasil seleksi administrasi sesuai jadwal resmi.
Peserta yang lolos tahap ini berhak mengikuti seleksi bakat skolastik untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan potensi akademik.
Tahap berikutnya adalah seleksi substansi yang mencakup wawancara, penilaian komitmen kebangsaan, serta evaluasi kesiapan studi dan kontribusi pascastudi.
Mengingat tingkat kelulusan hanya berkisar 15–20 persen, setiap tahapan seleksi menuntut persiapan yang matang.
Salah satu syarat utama pendaftaran LPDP 2026 adalah status kewarganegaraan Indonesia yang dibuktikan dengan KTP aktif.
Pelamar tidak diperkenankan sedang menerima beasiswa lain atau terikat ikatan dinas. Dari sisi akademik, lulusan yang mendaftar wajib berasal dari perguruan tinggi terakreditasi minimal Baik atau B.
Batas IPK juga menjadi perhatian penting. Untuk jenjang S2, IPK minimal yang dipersyaratkan adalah 3,00, sedangkan untuk S3 minimal 3,25.
Selain itu, LPDP juga menetapkan batas usia maksimal, yakni 35 tahun untuk pendaftar S2 dan 40 tahun untuk pendaftar S3.
Kemampuan bahasa Inggris dibuktikan melalui sertifikat resmi seperti TOEFL atau IELTS dengan skor minimal sesuai jenjang dan tujuan studi.
Sertifikat ini harus masih berlaku maksimal dua tahun sejak tanggal tes. Perencanaan pengambilan tes bahasa sebaiknya dilakukan jauh hari agar skor yang diperoleh memenuhi standar LPDP.
Selain itu, Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan menjadi dokumen penting, terutama untuk studi luar negeri. LoA tanpa syarat lebih diutamakan, meskipun LoA bersyarat masih dapat diterima selama persyaratannya ringan dan realistis untuk dipenuhi.
Pelamar LPDP wajib menyusun esai kontribusi yang menjelaskan latar belakang akademik, tujuan studi, serta rencana kontribusi nyata bagi Indonesia dalam jangka panjang.
Esai ini menjadi salah satu komponen penilaian utama yang mencerminkan visi, komitmen, dan kesiapan pelamar.
Selain esai, surat rekomendasi dari pihak yang kredibel seperti dosen atau atasan juga wajib dilampirkan. Dokumen pendukung lain meliputi KTP, kartu keluarga, ijazah, transkrip nilai, CV, surat pernyataan, serta dokumen tambahan sesuai jenis beasiswa yang dipilih.
Dengan jumlah pendaftar yang mencapai puluhan ribu setiap tahun, persaingan Beasiswa LPDP 2026 tergolong sangat ketat.
Oleh karena itu, persiapan sejak dini, mulai dari penguatan akademik, perencanaan studi, hingga penyusunan dokumen yang rapi dan akurat, menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.
Beasiswa LPDP tidak hanya menawarkan dukungan finansial, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi secara nyata bagi kemajuan bangsa.***