Selasa, 24 Mei 2022

Cegah Serangan Hama, Petani Cilacap Didorong Kompak Awali Musim Tanam Padi MT II

Petani mulai mengolah lahan sawah di wilayah Sampang dan sekitarnya (Ulul Azmi)

Wilayah Kabupaten Cilacap memasuki masa tanam (MT) kedua di tahun 2022. Dengan luasan lahan sawah sekitar 66.529 hektar, petani Cilacap didorong kompak awali musim tanam untuk mencegah serangan hama dan pengeringan daerah irigasi.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Mlati Asih Budiarti menyampaikan, di masa MT II tahun 2022 ini, petani di wilayah Cilacap dihadapkan dengan beberapa hal. Di antaranya peralihan musim dari hujan ke musim kemarau, adanya pengeringan daerah irigasi serayu opak khususnya di wilayah Cilacap bagian timur, serta menghadapi potensi serangan hama.

Baca juga  DPC PKB Purbalingga, Mulai Siapkan Bacaleg untuk Pemilu 2024 Mendatang

“Untuk Cilacap bagian timur yang berada di wilayah irigasi Serayu Opak, ada potensi pengeringan di bulan Juli 2022, dan akan dibuka kembali bulan September, kemungkinan sekitar 2,5 bulan, masih berlanjut ke masa pengeringan karena di Serayu ada perbaikan,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar masa tanam kedua ini bisa dilakukan pada bulan April ini. Sebab menurutnya, bagi wilayah yang terdampak pengeringan irigasi, agar melakukan tanam padi paling akhir sekitar 60 hari sebelum pengeringan yang rencananya dilakukan pada bulan Juli mendatang.

“Ini kalau sudah tanam di bulan April, insyaallah airnya cukup. Umur tanaman minimal cukup 60 hari sebelum pengeringan. Jadi walaupun ada pengeringan nantinya, dan tidak cukup air, tanaman sudah mampu tumbuh dan bertahan hingga penen,” ujarnya.

Baca juga  Cegah Penyebaran Wabah PMK, Kandang dan Pasar Hewan di Banjarnegara Disterilisasi

Meski memasuki masa peralihan musim dan curah hujan cenderung menurun, bagi daerah sawah tadah hujan juga didorong untuk mempercepat masa tanam.

“Kita juga belum tahu ini menghadapi kemarau basah atau bukan, yang tadah hujan ya agar diusahakan tetap tanam. Saran kami, wilayah yang tidak memungkinkan untuk tanam padi dan terdampak pengeringan, saran kami yang punya benih palawija, begitu panen bisa di tanam paling tidak kacang hijau,” ujarnya.

Adapun untuk mengantisipasi serangan hama, agar tetap melakukan pengendalian hama terpadu dan tanaman varietas disesuaikan dengan musim serta melakukan pengamatan dari awal. sehingga ketika terlihat mulai ada serangan hama bisa ditanggulangi secara dini.

Baca juga  Meresahkan, Satpol PP Banjarnegara Jaring Pengamen Pasar Kota

“Kemarin di saat panen ada terlihat hama wereng, di saat tanaman baru bisa saja wereng menyerang. Kalau tanam tidak serempak, potensi serangan hamanya bisa lebih tinggi, contoh tikus dia menyerang yang tanam awal, sehingga kalau serempak tikusnya bisa nenyebar,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada petani untuk menanam bunga bungaan yang berbiji di sekitar area sawah sebagai media pengalihan agar hama tidak menyerang padi

“Disarankan menanam bunga bunga berbiji, seperti tembelekan, kembang kertas, bisa ditanam di jalan atau tanah kosong, bisa untuk pengalihan inang agar tidak menyerang padi,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini