Rabu, 5 Oktober 2022

Cilacap Akan Tingkatkan Program Ketahanan Pangan, Begini Langkahnya

Pemerintah Kabupaten Cilacap juga telah memberikan akses pasca panen antar petani dan Off taker, melalui kerjasama antara PT Food Station Tjipinang Jaya (Irfan Miftah Ramadhan)

Pemerintah Kabupaten Cilacap akan melakukan penekanan terhadap program prioritas unggulan di bidang ketahanan pangan. Lantaran pada sektor ini, dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat secara langsung, terutama terhadap taraf ekonomi para petani.


Cilacap, serayunews.com

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, upaya yang akan dilakukan antara lain melalui diversifikasi komoditas unggulan selain padi, jagung dan kedelai, dimana pada RKPD Tahun 2022 telah direncanakan anggaran untuk pengembangan budidaya porang di Kecamatan Jeruklegi.

“Selain itu pembinaan kelembagaan porang juga sudah dilakukan, bahkan kami juga sudah mondorong untuk merintis budidaya shorgum di lahan milik PTPN IX. Ini merupakan langkah serius kami dalam menggenjot kapasitas di bidang ketahanan pangan,” katanya kepada serayunews.com, Kamis (17/6/2021).

Ia menjelaskan, untuk sektor perkebunan, Pemerintah Kabupaten Cilacap masih fokus terhadap delapan komoditas perkebunan potensial, yang meliputi kelapa dalam, kelapa deres, kopi, kakao/coklat, pala, lada, cengkeh dan karet. Disamping itu juga akan dilakukan pemberian pelatihan bagi petani, agar dapat mengoptimalkan hasil kebun yang dikelolanya.

“Bahkan bimbingan teknis dan pemberian bantuan peralatan pasca panen hasil perkebunan juga masuk dalam program kami. Serta akan ditingkatkan kedepannya, mengingat semangat dan ketertarikan dari para petani ini semakin meningkat,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga telah memberikan akses pasca panen antar petani dan Off taker, melalui kerjasama antara PT Food Station Tjipinang Jaya, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Gapoktan Sumber Makmur Desa Maos Kidul, dalam menjamin ketersediaan beras di DKI Jakarta, serta rintisan collecting agent, untuk komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang difasilitasi oleh BNI.

“Bahkan Pada 2019 Food Station dapat menyerap gabah kering panen senilai Rp 21,2 milyar, dan meningkat menjadi 23,2 milyar rupiah pada tahun 2020. Ini merupakan pencapaian yang sudah baik dan akan ditingkatkan lagi serta merambah ke sektor pertanian yang lain tentunya,” jelasnya.

Baca juga Desa Jenang Cilacap Dijadikan Sebagai Desa Anti Politik Uang, Ini Tujuannya

Editor :M Amron

Berita Terpopuler

Berita Terkini