Sabtu, 18 September 2021

Darurat Oksigen di Jawa Tengah, Ini yang Dilakukan Ganjar


Sejumlah upaya ditempuh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mempercepat penambahan suplai serta distribusi oksigen namun dengan mengedepankan situasi kedaruratan.


Semarang, Serayunews.com

Pada Rakor Ketersediaan Oksigen Medis Jawa Tengah di Kantor Gubernur, Selasa (13/7/2021), dibahas lima alternatif di antaranya terkait teknis distribusi yang terkendala akses rumah sakit, konversi oksigen industri ke kesehatan, penghematan oksigen oleh rumah sakit, instalasi oksigen generator, hingga penggabungan perusahaan suplier oksigen.

“Kita mencoba meminta melalui pemerintah pusat, mbok dikonversi. Konversi lah yang dari industri ke kesehatan, agar (kekurangan) bisa terpenuhi,” ujar Ganjar.

Masalah lainnya adalah teknis pengiriman. Sebab seringkali transporter atau pengangkut oksigen isotank yang berukuran besar (isotank) tidak bisa masuk ke rumah sakit.

“(Transporter) yang gede-gede ini tidak mungkin karena rata-rata rumah sakitnya tidak menyiapkan (jalan masuk) yang lebih lebar. ‘Waduh pak ada gapurane, ada pagere pak’, nah saya bilang kalau  seperti itu dirobohkan aja gapuranya wong sudah darurat,” tegas Ganjar.

Penggunaan oksigen generator di rumah sakit menjadi opsi yang menarik dibahas. Sebab dengan begitu, rumah sakit bisa memproduksi oksigennya sendiri. Namun hal ini jelas tidak bisa instan karena peralihan ke oksigen generator butuh waktu untuk instalasi.

Alternatif lainnya yakni penghematan oksigen di rumah sakit. Caranya dengan mengganti alat dari _High Flow Nasal Cannula_ (HFNC) ke CPAP ( _Continuous Positive Airway Pressure) yang aliran oksigennya tidak terlalu tinggi. Selain itu, harganya lebih terjangkau. Hal itu sudah dilakukan oleh RSUD Moewardi Solo.

“Maka tadi kita sampaikan sama PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) apakah setuju, minimal dari sisi penghematan. Jadi gerakannya di hulu kita mencari, transporternya aman, rumah sakit bisa berhemat tapi ini sustain. Sehingga kemudian stok yang ada di rumah sakit itu mencukupi untuk mengcover pasien,” tegasnya.

Selain itu, Ganjar juga berencana menggabungkan pengelolaan perusahaan supplier dengan distributor oksigen di masa darurat ini. Sehingga pelaksanaannya bisa terbuka dan lebih cepat mengatasi ketersediaan oksigen ini.

“Perusahaan-perusahaan supplier yang ada, distributor yang ada kita mau gabungkan agar punya MoU sehingga menjadi open akses, kalau nggak kan nanti sendiri-sendiri, ‘ini punyaku kok saya nggak mau setor sana kok’, nggak bisa, ini kondisi darurat,” tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini