
CILACAP, SERAYUNEWS – Sebuah bengkel di Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, ludes terbakar pada Kamis (16/7/2026) dini hari.
Kebakaran diduga dipicu aktivitas membakar sampah yang kemudian merembet hingga menghanguskan bangunan dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp400 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kobaran api menghanguskan bangunan bengkel beserta sejumlah aset di dalamnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan Pos Damkar Kroya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.07 WIB.
Petugas langsung menuju lokasi dan tiba sekitar 15 menit kemudian untuk melakukan pemadaman.
“Begitu laporan masuk, petugas langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, tim segera melakukan pemadaman, dilanjutkan pendinginan dan overhaul hingga api benar-benar padam,” kata Gatot.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan proses pendinginan serta pembongkaran material yang masih berpotensi menyimpan bara api agar kebakaran tidak kembali muncul.
Berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran diduga bermula sekitar pukul 00.30 WIB saat pemilik bengkel membakar sampah di depan tempat usahanya.
Setelah itu, pemilik meninggalkan lokasi untuk mengikuti kegiatan ronda keliling.
Sekitar pukul 01.00 WIB, seorang warga yang sedang beristirahat mendengar suara gaduh disertai beberapa letupan dari arah belakang rumah.
Saat keluar untuk memeriksa, saksi melihat asap tebal dan kobaran api telah membakar kandang berbahan kayu yang berada di belakang bengkel.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api terus membesar hingga akhirnya salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Kroya.
Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 01.20 WIB sehingga kebakaran tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Gatot menyebut hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan human error atau kelalaian manusia, yakni aktivitas membakar sampah yang diduga memicu api merambat ke bangunan di sekitarnya.
Penanganan kebakaran melibatkan personel Pos Damkar Kroya, Pos Damkar Cilacap, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), Polsek Maos, Koramil Maos, serta petugas PLN.
Setelah proses pemadaman, pendinginan, pendataan, dan pelaporan selesai dilakukan, situasi di lokasi dipastikan aman dan terkendali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada malam hari atau di dekat bangunan yang mudah terbakar, guna mencegah kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.