Minggu, 28 November 2021

Dinas PU Jateng Adakan Lomba Mural, Peserta Boleh Mengkritik Lewat Karya

Puluhan seniman mural dari berbagai daerah bersaing dalam lomba tingkat nasional yang diselenggarakan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

Puluhan seniman mural dari berbagai daerah bersaing dalam lomba tingkat nasional yang diselenggarakan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah. Mereka datang diantaranya dari Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.


Semarang, Serayunews.com

Sejak pagi, Rabu (24/11/2021), para peserta langsung mulai meracik cat untuk kemudian dilukiskan di dinding yang telah disediakan panitia untuk menjadi sebuah karya mural. Ada sekitar 29 speace dinding yang masing-masing tim peserta mendapat ruang sekitar 3 x 3 meter.

Lomba dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum 2021 itu bertema “Bangga Infrastruktur Negeri Sendiri”. Tim peserta mengeksplor karya dengan objek pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah.

Arum, salah seorang peserta dari Yogyakarta sangat senang mengikuti lomba mural kali ini. ia bersama dua rekannya akan mengangkat objek jalur penyelamat.

“Ini untuk mengukur kemampuan kita, ini kan tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam persiapannya, timnya tidak membutuhkan waktu lama. Hanya menentukan objek sesuai tema, kesepakatan konsep karya dan peralatan teknis.

“Untuk persiapan ya hanya cat. kali ini kita mengusung konsep semi realis,” lanjutnya.

Ia berharap, kegiatan seperti itu terus dapat dilaksanakan dan ditingkatkan. Baik secara kualitas maupun kuantitas peserta.

“Harapannya terus menyelenggarakan lomba dan lebih ramai lagi,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung menyampaikan bahwa kegiatan kali ini dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 76 tahun.

“Lomba mural untuk melihat infrastruktur Jateng, kita rekam baik Jateng maupun kementerian,” tuturnya.

Harapannya, dengan adanya lomba tersebut dapat menyosialisasikan program pembangunan  infrastruktur yang telah terlaksana dengan baik. Dan, sekaligus mengajak masyarakat untuk merasa memiliki infrastruktur yang ada.

“Harapannya menggerakkan masyarakat untuk merasa memiliki,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat terbuka dan transparan untuk peserta yang menyampaikan kritikan melalui karya muralnya.

“Kami sangat terbuka. boleh mengkritik, silakan. ini demi kebaikan ke depan,” tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini