Dorong Proses Transformasi Pendidikan, Balai Penjamin Mutu Jawa Tengah Kunjungi Banjarnegara

Rombongan BBPMP Jateng saat melakukan kunjungan ke Banjarnegara dalam rangka peningkatan dan pengawasan kurikulum merdeka di Banjarnegara, Rabu (15/2/2023). (Maula/Serayunews)

Pemerintah melalui Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jateng, melakukan kunjungan ke Banjarnegara, Rabu (15/2/2023). Kegiatan tersebut  untuk mempersiapkan dan memaksimalkan penerapan kurikulum merdeka pada satuan pendidikan sebagai proses transformasi pendidikan.


Banjarnegara, serayunews.com

Dalam sambutannya, Kepala BBPMP Jateng, Nugraheni Triastuti mengatakan, pengembangan dari kurikulum merdeka nantinya ada sejenis raport satuan pendidikan. Dalam raport tersebut, terdapat lembar rekomendasi guna memudahkan langkah sekolah ke depan.

Tak hanya itu, adanya program sekolah penggerak juga bagian dari upaya untuk mendorong proses transformasi satuan pendidikan, demi pencapaian hasil belajar siswa secara holistik. Baik dari aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi), maupun non-kognitif (karakter) untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.

“Kurikulum merdeka untuk memberikan ruang bagi para siswa, sehingga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan meningkatkan standart pendidikan di Banjarnegara,” katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Banjarnegara, Tri harso Widirahmanto mengatakan, kurikulum merdeka bukan hanya sekadar untuk gaya-gayaan ataupun pencitraan sekolah. Namun harus mendasarkan pada inisiatif hasil refleksi sekolah, dalam menerapkan tumbuh kembang anak secara mandiri dan tidak ada pemaksaan.

“Kami tentu sangat mendukung implementasi kurikulum merdeka di Banjarnegara secara maskimal. Sebab, kami ingin anak-anak memiliki daya saing yang kuat dan bertahan di tengah berbagai tantangan zaman,” katanya.

Dalam kurikulum merdeka ini, para siswa harapannya mampu menggerakkan dan mempengaruhi orang lain secara positif, pintar menempatkan diri, serta mampu bekerja sama. Kurikulum merdeka ini sangat menarik, karena peserta didik mendapatkan kebebasan untuk menentukan bagaimana cara mereka belajar dan menghasilkan suatu karya.

“Kita ingin membangun sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah. Sehingga ada persamaan persepsi tentang kurikulum merdeka. Mendorong guru untuk terus belajar dan berbagi melalui platform merdeka belajar,” ujarnya.

Kurikulum merdeka sendiri dalam rangka memulihkan pembelajaran. Melalui pembelajaran bermakna, menyenangkan dan relevan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan.

Berita Terkait

Berita Terkini