
BANYUMAS, SERAYUNEWS– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan pelatihan kader kesehatan dalam pengelolaan hipertensi di Posyandu Lansia Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja, pada Jumat (31/7). Kegiatan ini diikuti oleh kader Posyandu Lansia sebagai peserta utama dan didukung oleh mahasiswa lintas Angkatan di jurusan Farmasi yang membantu jalannya pelaksanaan kegiatan.
Melalui pelatihan ini, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi peer educator dalam mendampingi lansia dengan hipertensi, sehingga pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Program yang diketuai oleh Dr. apt. Laksmi Maharani, M.Sc. bersama tim yang terdiri atas Dr. apt. Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., apt. Eva Dania Kosasih, M.Si., apt. Vidiya Gunarsih, M.Clin.Pharm., dan apt. Windy Septiyanti, M.Clin.Pharm. ini berangkat dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Pamijen. Desa tersebut memiliki sekitar 10 persen penduduk lanjut usia dengan hipertensi sebagai salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai. Di sisi lain, keterbatasan sarana pemeriksaan tekanan darah serta minimnya pelatihan bagi kader menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.
Melalui kegiatan ini, para kader memperoleh pembekalan mengenai hipertensi, teknik pengukuran tekanan darah yang benar, serta strategi memberikan edukasi kepada lansia menggunakan metode micro-learning. Pendekatan ini menyampaikan materi dalam bagian-bagian singkat, sederhana, dan mudah dipahami sehingga lebih sesuai dengan karakteristik belajar kelompok usia lanjut.

Selain pelatihan, tim pengabdian juga mengembangkan berbagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kader, di antaranya modul, leaflet, serta video edukasi mengenai hipertensi. Seluruh materi disusun berdasarkan hasil riset tim pengabdi dan mengacu pada perkembangan bukti ilmiah terkini sehingga diharapkan mampu membantu kader memberikan edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Dr. apt. Laksmi Maharani, M.Sc., menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga memerlukan pendampingan yang berkesinambungan. Kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat sehingga perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
“Kami berharap kader tidak hanya mampu mengukur tekanan darah dengan benar, tetapi juga menjadi pendamping yang dapat memberikan motivasi, edukasi, dan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat serta patuh menjalani pengobatan,” ujarnya.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi hasil penelitian dosen ke dalam masyarakat. Berbagai temuan penelitian sebelumnya mengenai pendampingan pasien hipertensi diterjemahkan menjadi kegiatan yang aplikatif dan mudah diterapkan di tingkat desa, sehingga manfaat hasil riset dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kader kesehatan, diharapkan Posyandu Lansia di Desa Pamijen semakin mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, edukasi, dan pendampingan penderita hipertensi. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan kader kesehatan yang dapat direplikasi di desa-desa lain sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.