Selasa, 27 September 2022

Dua Hari Diguyur Hujan, Ratusan Rumah dan Puluhan Hektar Tanaman Padi di Wanareja Cilacap Terendam Banjir

Mobil terlihat melintas di area banjir di Wanareja, Rabu (10/8/2022). (Dok BPBD Cilacap)

Akibat hujan lebat selama dua hari, sejumlah desa di Kecamatan Wanareja mengalami banjir hingga tanah longsor, Rabu (10/8/2022).


Wanareja, serayunews.com

Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Gatot Arif Widodo memberikan penjelasannya. Ia mengatakan, terdapat lima desa yang masuk Kecamatan Wanareja mengalami bencana alam. Adapun lima desa tersebut yakni Desa Adimulya, Malabar, Majingklak, Madura, dan Sidamulya.

“Di lima desa tersebut ada yang hanya mengalami tanah longsor maupun banjir. Tapi ada juga yang mengalami kedua bencana itu,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (10/8/2022).

Ia menjelaskan, tanah longsor di Desa Adimulya, menutup ruas jalan Kabupaten/jalur alternatif Adimulya – Malabar. Sedangkan akibat dari tanah longsor yang terjadi di Dusun Malabar, Desa Malabar mengakibatkan rusaknya satu rumah warga akibat tertimpa material tebing.

Sementara, banjir yang terjadi di Dusun Cihejo, Desa Malabar, mengakibatkan terendamnya tanaman padi seluas 20 hektar. Selain itu, longsor juga terjadi di Dusun Cikidang dan Dusun Majingklak, Desa Majingklak yang mengakibatkan tertimpanya persawahan seluas 0,4 hektar.

“Di Desa Majingklak juga terdapat tanggul jebol, yakni tanggul irigasi Mungkal Meong sepanjang dua meter. Kemudian, ada enam titik luapan Sungai Upas masuk Desa Madura, yang menggenangi areal persawahan,” tuturnya.

Menurutnya, banjir juga terjadi di Desa Sidamulya bahkan bisa dikatakan menjadi titik terparah. Sebab, terdapat 110 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian 50 sampai 60 cm. Sementara, kerugian akibat rentetan bencana alam yang terjadi di Kecamatan Wanareja ini, kemungkinan mencapai Rp 55 juta.

“Beberapa titik rawan saat ini sudah tertangani, seperti timbunan longsor yang menutupi jalan tadi sudah kami  bersihkan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada karena potensi hujan masih tinggi,” jelasnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini