Jumat, 12 Agustus 2022

Efek Cuaca Ekstrem, Nilai Transaksi Penjualan Ikan di Cilacap Turun 50 Persen

Aktivitas perdagangan ikan di Cilacap.

Cuaca ekstrem memaksa nelayan mengurangi aktivitas melaut, imbasnya nilai transaksi penjualan ikan di Cilacap menurun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, transaksi di semester pertama mengalami penurunan hingga 50 persen.


Cilacap, serayunews.com

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto mengatakan, nilai transaksi penjualan ikan di Cilacap dalam enam bulan terakhir berkisar Rp15 miliar. Sedangkan dalam periode yang sama di 2021, nilai transaksi mencapai Rp30 miliar.

“Akibat cuaca ini memang turun sampai 50 persen. Sebab, banyak nelayan yang memilih tidak melaut,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (27/7/2022).

Baca juga  Pertamina Gelar Vendor Day 2022 untuk Jaga Kredibilitas Mitra Kerjanya

Bahkan menurutnya, dari delapan TPI yang dikelola KUD Mino Saroyo, hanya TPI Kemiren dan Tegalkatilayu yang ada aktivitas pelelangannya. Sementara TPI lainnya, masih belum ada lantaran hasil tangkapan yang sedikit. Ia memprediksi, hal ini akan terjadi hingga akhir September mendatang.

Sementara di TPI Jetis Nusawungu yang pengelolaannya terpisah dari KUD Mino Saroyo, hasil tangkapan nelayan masih stabil. Nilai transaksinya berkisar di angka Rp1 miliar per bulan dari 200 lebih nelayan.

“Alhamdulillah kalau di sini stabil, sekitar Rp1 miliar dalam sebulan. Semoga saja cuaca bisa bersahabat, agar nelayan dapat melaut secara rutin,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini