Selasa, 28 September 2021

Era Digital, Pedagang Mainan Tradisional di Kroya Ini Masih Eksis, Jangan Kaget dengan Omzetnya

Kios Mujur Karoseri milik Bejo. (Irfan)

Mainan anak kayu misalnya truk oleng, kuda-kudaan ataupun gamelan kecil nyatanya masih eksis hingga saat ini. Salah satu penjualnya yakni Ahmad Saadi. Dirinya masih menekuni profesi tersebut karena sekalipun saat ini zaman serba digital, masih banyak anak yang tertarik dengan mainan tradisional tersebut.


Kroya, serayunews.com

Di kios kecil persis di depan pertigaan Mujur Kroya, Kabupaten Cilacap, pria yang akrab disapa Bejo ini menekuni usahanya sejak 2004. Mulanya, ia membeli miniatur truk sepanjang satu setengah meter di Jogja untuk anaknya. Bejo sebelumnya memang sudah berjualan mainan, walaupun musiman dan hanya menggunakan tenda seadanya di pinggir jalan.

“Secara kebetulan ada pelanggan yang berminat membeli miniatur truk tersebut. Lalu saya langsung jual ke dia, bahkan dia memesan lagi dengan ukuran yang lebih kecil,” kata Bejo kepada serayunews.com, Senin (26/7/2021).

Setelah banyak pesanan, ia pun mencari para pengrajin mainan kayu di daerah Jogja dan Magelang, untuk memasarkan produknya di Cilacap. Ini ia lakukan lantaran melihat kesempatan dan kemungkinan permintaan konsumen yang tinggi.

“Awalnya banyak yang mencemooh dan menganggap remeh karena jualan mainan kayu. Ya kalau sekarang sih sudah ada lima tokonya, karena memang perkembangan pasarnya bagus,” ujarnya.

Dalam sebulan ia mampu meraup omzet hingga 30 juta rupiah, yang dihasilkan dari para pembeli eceran maupun grosir. Selain itu ada pemesan dari sekolah TK dan PAUD yang terdapat di wilayah Kroya, Cilacap, Purwokerto dan Banyumas. Uniknya, kios yang bernama Mujur Karoseri ini melayani juga perbaikan dan onderdil mainan tradisional.

“Ada reparasi juga, artinya memang kita jalin hubungan yang baik dengan konsumen. Di sisi lain juga sembari meningkatkan minat anak terhadap mainan tradisional,” ungkapnya.

Pria yang juga menjadi pembina di Paguyuban Pedagang Keliling Kroya ini menyebutkan, alasanya tetap konsisten dalam menjual aneka permainan tersebut tak hanya memikirkan soal keuntungan. Namun jauh dari itu, ia melihat bahwa permainan rakyat harus dilestarikan. Tak kalah pentingnya, peran para perajin kayu yang tentunya mampu menghasilkan mainan buatan negeri sendiri.

Bejo juga berharap, pemerintah daerah bisa lebih peduli dengan usahanya. Dengan memberdayakan para perajin di daerah Cilacap agar mampu membuat dan menghasilkan mainan tradisional.

“Apalagi saat ini masih pandemi, ekonomi pedagang kecil harus diupayakan. Salah satunya dengan pemberdayaan,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini