
SERAYUNEWS – Persaingan gelar Liga Inggris makin memanas. Saat ini Manchester City berada di peringkat kedua dengan 53 poin dari 26 laga, terpaut lima angka dari Arsenal yang memuncaki klasemen dengan 58 poin. Meski The Gunners sudah memainkan satu laga lebih banyak, The Citizens tak punya banyak ruang untuk terpeleset.
Jika ingin terus menempel Arsenal dalam perburuan gelar, City wajib menang saat menjamu Newcastle United pada Minggu (22/2/2026) WIB.
Pasca bursa transfer musim dingin, skuad asuhan Pep Guardiola kian solid. Kedatangan Marc Guehi di lini belakang serta Antoine Semenyo di sektor sayap langsung memberi dampak. Keduanya tampil impresif saat City menghajar Fulham 3-0 di Etihad Stadium, bahkan Semenyo ikut menyumbang satu gol.
Menghadapi Newcastle, Guardiola diperkirakan tetap mengandalkan trisula depan Erling Haaland, Semenyo, dan Phil Foden. Di lini tengah, kombinasi Bernardo Silva, Rodri, dan Nico O’Reilly siap menjaga keseimbangan permainan.
Sementara sektor pertahanan kemungkinan dikawal Ruben Dias, Guehi, Rayan Ait-Nouri, serta Matheus Nunes dengan Gianluigi Donnarumma berdiri di bawah mistar. Meski demikian, Guardiola dikenal fleksibel dan bisa saja mengubah taktik sesuai situasi pertandingan.
Di sisi lain, Newcastle bukan lawan sembarangan. Klub yang kini dimiliki konsorsium Arab Saudi itu memang masih tertahan di peringkat ke-10 dengan 36 poin, namun kerap menghadirkan kejutan.
Tim racikan Eddie Howe sedang dalam tren positif dengan tiga kemenangan beruntun. Terbaru, mereka tampil menggila di play-off Liga Champions dengan membantai Qarabag 6-1.
Newcastle juga punya amunisi berbahaya seperti Anthony Gordon dan Nick Woltemade. Gordon bahkan tampil sensasional dengan mencetak empat gol dalam laga terakhir kontra Qarabag.
Meski begitu, banyak prediksi tetap mengunggulkan Manchester City. Berdasarkan proyeksi Google, peluang kemenangan City mencapai 62 persen, sementara Newcastle hanya 18 persen, dan sisanya diprediksi berakhir imbang.
Pertanyaannya, mampukah City memanfaatkan laga kandang ini untuk terus menekan Arsenal, atau justru Newcastle yang kembali membuat kejutan?