Jumat, 12 Agustus 2022

Gawat, 5.000 Anak di Banyumas Alami Stunting dan 2.000 di antaranya Usia Balita

Gawat, 5.000 Anak di Banyumas Alami Stunting dan 2.000 di antaranya Usia Balita

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengungkapkan ada 5.000 anak di wilayah Kabupaten Banyumas alami stunting. Sekitar 2.000 di antaranya, termasuk usia balita. Karena ini, Bupati Banyumas, Achmad Husein, meminta pihak terkait untuk sigap mengatasi persoalan tersebut.


Purwokerto, serayunews.com

Menurut Husein, pemberantasan stunting harus sesegera mungkin.

“Tahun 2045 Indonesia Emas, harus siapkan generasi yang sehat, kuat, cerdas, tangkas, cepat. Dapat bersaing di era globalisasi,” ujar bupati Banyumas, dalam peringatan Harganas ke-29, di GOR Satria Purwokerto.

Baca juga  Penggantian Aspal dengan Kerikil di Perlintasan Kereta di Sumpiuh, Akibatkan Banyak Pemotor Terjatuh

Stunting, harus segera diselesaikan dari akar dengan pola asuh berkualitas dan pola hidup bersih, serta sehat.

“Ibarat pohon, kalau akarnya kena dan dapat pengobatan, maka akan tumbuh subur. Tetapi kalau kita mengobati daunnya saja, maka daunnya akan sembuh sedangkan akarnya tidak sembuh. Sehingga, tetap akan muncul daun-daun baru yang stunting. Oleh sebab itu, akar inilah yang sangat penting penyelesaiannya,” katanya.

Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan menjelaskan, untuk menghindari stunting harus mempersiapkan diri selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia kurang lebih dua tahun.

Baca juga  Kebijakan Lima Hari Sekolah Jangan Jadi Perdebatan, Bupati Banyumas: Kepala Sekolah Wajib Jalankan Aturan Ini

“Caranya, dengan memenuhi gizi yang seimbang, serta perawatan yang baik. Kemudian, hindari pernikahan dini agar ibu sudah siap secara fisik saat memiliki anak,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini