Kamis, 29 September 2022

Gempar di Patikraja! Ditemukan Beras Bansos Berwarna Kekuning-kuningan, Berbau, Tak Layak Konsumsi

Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawa n saat melakukan sidak beras di Kecamatan Patikraja, Selasa (28/12). (Dok istimewa)

Beras tak layak konsumsi, berwarna kekuning-kuningan serta berbau kembali ditemukan di Banyumas. Beras tersebut merupakan bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).


Purwokerto, Serayunews.com

Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan mengatakan, pihaknya langsung meminta agar beras tak layak konsumsi tersebut ditarik dan diganti dengan beras yang baru. Beras tak layak konsumsi tersebut ditemukan saat ketua DPRD melakukan sidak ke agen di Desa Karangendep, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/12) siang.

“Kemarin ada yang mengadu ke DPRD bahwa beras bansos ada yang tidak layak konsumsi dan warnanya sudah kekuning-kuningan, maka hari ini langsung kita tindaklanjuti dengan mengecek ke agen dan memang benar, masih ada beras dengan kualitas tidak bagus yang diberikan untuk KPH,” jelasnya.

Dari satu agen tersebut, lanjut dr Budhi, beras yang disalurkan sebanyak 200 kilogram lebih dan sebagian besar berkualitas buruk.

“Waktu kita tanya mengapa beras yang disalurkan untuk KPM kualitasnya tidak bagus, dari pengakuan agen tersebut, ia membeli beras dari Bulog dan beras tersebut sudah disimpan cukup lama, sehingga terjadi perubahan warna dan mulai rusak,” kata Ketua DPRD.

Budhi meminta agar pihak agen atau e-warung berani untuk menolak beras dari Bulog, jika memang kondisinya tidak bagus. Menurutnya, hal serupa juga sangat mungkin terjadi di desa lain, karena banyak agen yang membeli beras dari Bulog.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta agar pihak desa ataupun kecamatan memberikan laporan jika menemukan kasus serupa. Sebab, hal tersebut sangat merugikan KPM selaku pihak yang menerima bantuan.

“Kita  akan berkoordinasi dengan bupati, untuk mengundang Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Bulog, dan OPD terkait lainnya untuk membahas kasus temuan beras berkualitas jelek ini,” tegasnya.

Ketua DPRD mengancam, jika tidak ada perbaikan ataupun jaminan kualitas beras, maka pihaknya meminta agar pengadaan beras diserahkan kepada para pedagang beras lokal saja.

Sementara itu, Sekretaris Dinsospermades Pemkab, Lili Mudjianto menjelaskan,  sesuai aturan untuk penyaluran sembako, termasuk komoditas beras menjadi kewenangan agen dan pihaknya hanya bisa melakukan  monitoring dan evaluasi (monev).

Berita Terpopuler

Berita Terkini