
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Rasa cemas merupakan hal yang wajar dialami seseorang ketika menghadapi tekanan, tantangan, atau situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Namun, kecemasan yang muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga dapat menimbulkan sejumlah keluhan fisik. Karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta cara mengelola kecemasan agar tidak semakin mengganggu kehidupan sehari-hari.
Cemas berlebihan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah stres berkepanjangan, baik akibat pekerjaan, masalah pribadi, maupun tekanan dalam kehidupan. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terus berada dalam keadaan tegang.
Faktor genetik juga dapat berperan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan kecemasan berpotensi lebih rentan mengalami kondisi serupa. Lingkungan keluarga yang tidak stabil maupun pengalaman traumatis juga dapat memperburuk kecemasan.
Selain itu, kondisi kimiawi di otak yang berkaitan dengan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin juga dapat memengaruhi munculnya kecemasan.
Pengalaman traumatis seperti kecelakaan, kehilangan orang terdekat, atau kekerasan juga dapat meninggalkan dampak psikologis yang meningkatkan risiko kecemasan.
Gaya hidup turut berpengaruh. Kurang tidur, minim aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, serta konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol dapat memperburuk rasa cemas pada sebagian orang.
Gejala kecemasan dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda yang umum dirasakan antara lain:
Kecemasan juga dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, mudah lelah, serta merasakan ketegangan otot.
Dari sisi fisik, gejala yang dapat muncul berupa sakit kepala, gangguan pencernaan, keringat berlebihan, tubuh gemetar, hingga jantung berdebar.
Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus hingga mengganggu pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, atau aktivitas lainnya, kecemasan sebaiknya tidak diabaikan.
Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola rasa cemas.
Lakukan Latihan Pernapasan
Teknik pernapasan menjadi salah satu langkah yang mudah dilakukan ketika kecemasan mulai muncul.
Larasati, mahasiswi Universitas Wijayakusuma Purwokerto, mengatakan bahwa dirinya biasanya duduk dan menarik napas panjang ketika mulai merasa cemas. Menurutnya, cara tersebut cukup membantu membuat rasa cemas sedikit berkurang.
Hal serupa dilakukan Tita, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unwiku. Ketika merasa cemas, ia biasanya menarik napas, menahannya, kemudian menghembuskannya secara perlahan dan berulang.
Jika kecemasan belum berkurang, Tita memilih memikirkan sesuatu yang dapat membuat dirinya merasa lebih tenang.
Praktikkan Mindfulness
Mindfulness dapat dilakukan dengan memusatkan perhatian pada kondisi saat ini tanpa menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul.
Olahraga secara Rutin
Berjalan kaki, berlari, berenang, atau yoga dapat membantu tubuh lebih rileks sekaligus menjaga kebugaran. Aktivitas fisik juga dapat membantu merangsang pelepasan endorfin, hormon yang berkaitan dengan perasaan positif.
Jaga Pola Tidur Tetap Teratur
Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit menghadapi tekanan. Mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
Dapatkan Dukungan Sosial
Menceritakan masalah kepada keluarga atau teman yang dipercaya dapat membantu mengurangi beban pikiran dan membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Ubah Pola Pikir Negatif
Cobalah mengenali pikiran negatif yang muncul dan menggantinya dengan pemikiran yang lebih realistis.
Larasati mengatakan dirinya juga berusaha memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri. Setelah itu, ia membuat rencana mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapi persoalan yang sedang dihadapi.
Terapkan Manajemen Waktu
Tips ini juga tidak kalah penting. Membuat daftar prioritas dan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian dapat membantu mengurangi rasa kewalahan.
Teknik relaksasi seperti meditasi dan visualisasi juga dapat dicoba untuk membantu menenangkan pikiran dan tubuh.
Jika kecemasan sudah sulit dikendalikan atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional, seperti psikolog, psikiater, atau konselor. Bantuan profesional dapat membantu menemukan cara penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. (artika riana)