Senin, 5 Desember 2022

Harga Kedelai Naik, Ukuran Tempe Diperkecil

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan didampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, menyambangi pedagang tahu dan tempe di Pasar Bukateja, terkait kenaikan harga kedelai Impor, Jumat (4/11/2022). (Amin Wahyudi/Serayunews)

Sekitar dua pekan terakhir harga kedelai mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat para produsen tempe dan tahu memutar otak. Dalam menyiasatinya, ada produsen yang menaikkan harga jual ada juga yang mengurangi ukuran.


Purbalingga, serayunews.com 

Seorang pedagang tahu dan tempe di Pasar Bukateja yakni Kana menyampaikan, kenaikan sudah mulai terjadi sekitar dua pekan lalu. Sampai hari ini, harga kedelai impor yang dia pakai per kilogram mencapai Rp14.500.

“Sejak dua minggu ini, mulai dari 10 ribu, 11 ribu, terus sekarang 14 ribu,” katanya, Jumat (4/11/2022).

Kenaikan harga kedelai, berdampak pada kenaikan harga tempe dan tahu. Produsen dan pedagang harus menyesuaikan kondisi. Sebab biaya produksi seperti sebelumnya.

Di Pasar Bukateja, harga tempe dan tahu mengalami kenaikan sekitar Rp100 sampai Rp200. Sebelum ada kenaikan harga kedelai, harga satu tahu Rp400.

“Namun, setelah ada kenaikan terpaksa harga jual kami naikkan menjadi Rp500 per biji,” ujarnya.

Harap Harga Kedelai Turun

Sedangkan harga tempe, mengaku ada yang dinaikkan harganya. Tapi ada juga yang disiasati dengan memperkecil ukuran. Harga tempe sebelum kedelai naik harganya Rp1.000 dan saat ini dijual dengan harga Rp1.200.

“Ada juga yang kami naikkan, tapi ada juga harganya tidak naik tapi diperkecil ukuran tempe,” katanya.

Kana bersama para pedagang tahu tempe lainnya di Pasar Bukateja, Purbalingga berharap harga kedelai turun.

“Kami berharap kepada pemerintah turun tangan menurunkan harga kedelai impor, agar harganya turun,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan saat kunjungan ke Purbalingga, menyempatkan diri untuk monitoring harga komoditas di Pasar Bukateja. Hasil monitoring menunjukkan harga-harga umumnya stabil meskipun telah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Harga-harga di sini stabil. Bawang Rp25.000, cabai Rp30.000, ayam Rp33.000, telur Rp26.000, beras Bulog Rp9.000, minyak Rp14.000 ada, lengkap, terkendali,” katanya.

Hanya saja, untuk komoditas kedelai memang cenderung naik. Kebanyakan tempe yang ada menggunakan bahan baku kedelai impor. Terpantau harga kedelai impor di Pasar Bukateja per 4 November 2022 seharga Rp15.000 per kilogram, sedangkan per tanggal 29 Oktober 2022 lalu masih seharga Rp12.000 per kilogram. Tempe di Pasar Bukateja dari yang semula seharga Rp1.000 per potong akibat ada kenaikan harga kedelai menjadi Rp1.200 per potong.

“Memang kedelai karena impor. Rupiahnya kita juga agak melemah sedikit, sehingga harganya naik,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini