
SERAYUNEWS – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kembali dilakukan pada awal Februari 2026.
PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Series dan Dex Series, yang mulai berlaku efektif pada 1 Februari 2026.
Kebijakan ini menjadi perhatian publik karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan sektor transportasi.
Dasar Regulasi Penyesuaian Harga BBM
Penyesuaian harga BBM yang dilakukan Pertamina mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Regulasi tersebut merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur formula dasar perhitungan harga jual eceran BBM bensin dan solar di SPBU.
Dalam regulasi tersebut, evaluasi harga BBM dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi.
Penurunan Harga Pertamax Berlaku Mulai Awal Februari 2026
Harga Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92 tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode Januari 2026.
Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax kini dibanderol Rp11.800 per liter, turun dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Penurunan ini diumumkan secara resmi melalui laman Pertamina pada 31 Januari 2026 dan mulai diterapkan di awal bulan berikutnya.
Penyesuaian tersebut tidak hanya berlaku untuk Pertamax RON 92, tetapi juga mencakup varian lain dalam keluarga Pertamax, seperti Pertamax Green RON 95 dan Pertamax Turbo RON 98.
Kebijakan ini menunjukkan adanya evaluasi berkala terhadap harga BBM nonsubsidi sesuai dengan dinamika pasar energi global.
Harga Pertamax Green dan Pertamax Turbo
Selain Pertamax RON 92, Pertamax Green RON 95 kini dijual dengan harga Rp12.450 per liter, turun dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp13.150 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo RON 98 juga mengalami koreksi harga menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter.
Penurunan harga ini berlaku di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Meski demikian, besaran harga dapat berbeda antarwilayah, menyesuaikan biaya distribusi dan kebijakan regional yang berlaku.
Harg Dex Series
Penyesuaian harga juga menyasar BBM jenis solar nonsubsidi yang tergabung dalam Dex Series. Pertamina Dex dengan cetane number (CN) 53 kini dijual seharga Rp13.500 per liter, turun tipis dari Rp13.600 per liter pada Januari lalu. Sementara itu, Dexlite CN 51 mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.
Meski penurunannya tidak sebesar bensin nonsubsidi, koreksi harga ini tetap memberikan dampak bagi pengguna kendaraan diesel, khususnya di sektor logistik dan transportasi komersial.
Harga BBM Subsidi Apakah Turun?
Di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa harga BBM subsidi dan penugasan tetap dipertahankan.
Hingga 1 Februari 2026, harga Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta menahan laju inflasi, khususnya di tengah kebutuhan pokok yang masih menjadi perhatian pemerintah.
Cara Memantau Harga BBM Terbaru Secara Resmi
Masyarakat yang ingin memantau perkembangan harga BBM secara berkala dapat mengakses situs resmi Pertamina atau menggunakan aplikasi MyPertamina. Melalui kanal tersebut, informasi harga BBM terbaru di setiap wilayah dapat diperoleh secara akurat dan terkini.
Penyesuaian harga BBM ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan distribusi energi nasional.***






