
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Harga sejumlah komoditas sayur-mayur dan bahan pangan di pasar tradisional Purbalingga mengalami kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut pengakuan para pedagang di Pasar Hartono Purbalingga, Rabu (22/7/2026), onjakan harga ini terutama terjadi pada komoditas yang banyak diserap untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, beberapa jenis sayuran bahkan mengalami kenaikan lebih dari 100 persen dibandingkan harga saat masa libur sekolah. Dimana pada saat libur sekolah, aktivitas dapur MBG juga belum berjalan.
Sejumlah komoditas mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Harga wortel naik dari Rp8.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, atau meningkat sekitar 125 persen.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada mentimun yang melonjak dari Rp4.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, atau sekitar 300 persen.
Sementara itu, kembang kol mengalami kenaikan dari Rp10.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, sementara daun bawang naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas protein. Daging ayam yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per kilogram, kini mencapai Rp36.000 per kilogram.
Selain kenaikan harga, stok beberapa bahan pangan seperti susu mulai menipis di pasar tradisional karena tingginya permintaan dari pengelola dapur MBG.
Lonjakan harga tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang eceran. Salah satunya Iqfan, pedagang di Pasar Hartono Purbalingga.
Menurutnya, tingginya harga justru membuat transaksi di pasar menurun karena masyarakat mengurangi pembelian.
“Kami justru lebih memilih harga murah dan stabil seperti saat Dapur MBG libur. Kalau harga terlalu mahal, stok barang otomatis terserap ke dapur dulu. Dampaknya ke pedagang, pembeli eceran di pasar jadi sepi karena harganya terlalu tinggi,” ujar Iqfan.
Di tengah kenaikan sejumlah bahan pangan, beberapa komoditas lain masih relatif stabil.
Harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau masih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar dijual sekitar Rp30.000 per kilogram.
Untuk sayuran hijau seperti sawi dan cesim, harga masih bertahan di kisaran Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram.
Para pedagang berharap, pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat menjaga keseimbangan distribusi bahan pangan antara kebutuhan dapur MBG dan masyarakat umum.
Menurut mereka, penataan rantai pasok perlu diperkuat agar pasokan di pasar tradisional tetap tersedia, harga lebih stabil, dan tidak membebani daya beli masyarakat.