Kamis, 21 Oktober 2021

Hari Ini, Sat Lantas Polresta Banyumas Gelar Vaksinasi Massal Sambut HUT Lalu Lintas

Pelaksanaan vaksinasi memperinringati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-66 oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Banyumas. (Shandi)

Pada Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-66, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Banyumas menggelar berbagai kegiatan sosial. Salah satunya yakni dengan menggelar vaksinasi massal, dengan sasaran masyarakat Kabupaten Banyumas, baik pelaku transporasi hingga masyarakat umum, Sabtu (18/9).


Purwokerto, serayunews.com

Menurut keterangan Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Ari Prayitno, rangkaian kegiatan HUT Lalu Lintas tersebut sudah digelar sejak hari Jumat kemarin di Polresta Banyumas, dengan melakukan kegiatan bakti sosial, anjang sana, hingga hari ini melakukan vaksinasi massal.

“Kegiatan ini secara serentak di Jawa Tengah, ada beberapa sasaran, seperti pelaku transportasi, ojek online, kita juga lakukan door to door, pelajar dan warga masyarakat Kabupaten Banyumas,” ujar dia di sela-sela kegiatan vaksinasi massal di Kantor Urusan Kesehatan (Urkes) Polresta Banyumas.

Pada vaksinasi massal ini mereka telah menyiapkan 500 dosis vaksin Covid-19. Total mereka telah menyiapkan 700 vaksi yang bakal disuntikan kepada masyarakat.

“Hari ini 500 dosis, kemarin yang door to door kita 100 besok hari selasa juga ada 100 lagi. Kalau untuk vaksinasi pelajar yang kita sediakan ini, tentunya untuk mendorong PTM (Pembelajaran Tatap Muka, red) juga. Kita mendukung pelaksanaan PTM itu,” kata dia.

Sementara itu menurut Ria Indrasari (38), warga Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, dirinya mengaku senang bisa membawa anaknya melaksanakan vaksinasi di HUT Sat Lantas ini.

“Pelayanannya bagus, antreannya juga cepet tidak berkerumun banget. Tadi anak saya antre tidak ada 30 menit langsung selesai,” ujarnya.

Anaknya yang bernama Fitria Ramadhani (14), memang sengaja mengikuti vaksinasi ini, karena vaksinasi merupakan salah satu syarat agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Memang ada aturannya seperti itu. Tadi sempat nangis, karena dari kecil memang takut sama jarum suntik,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini