Sabtu, 20 Agustus 2022

Hari ke Enam Pasca Longsor Kutabima Cilacap, Pengungsi Bertahan karena Tak Ada Air Bersih di Rumah

Petugas saat menjalankan excavator membersihkan meterial longsor (BPBD Cilacap)

Hingga hari ke enam pasca terjadinya longsor di Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap, petugas masih terus berupaya membersihkan material longsor yang menutupi jalan dan rumah warga dengan menerjunkan empat alat berat excavator. Di sisi lain pengungsi belum pulag salah satunya karena tak ada air bersih.


Cimanggu, serayunews.com

Berdasarkan data laporan BPBD Cilacap, ada sebanyak empat alat berat excavator bantuan dari BBWS Citanduy dan PUPR Bina Marga diterjunkan di lokasi longsor. Alat berat tersebut untuk membantu membersihkan material longsor yang menutupi jalan desa dan rumah warga.

Baca juga  Syok Anaknya Terlibat Pembunuhan Brigadir J, Ibu Bripka RR di Sumpiuh Banyumas: Dia Hanya Melaksanakan Perintah Sang Jenderal

Meski demikian, proses pemerataan tanah di lokasi rumah tertimbun longsor membutuhkan waktu beberapa hari. Sebab, volume material longsoran tebal dan lebar (banyak).

Untuk rumah warga yang rusak terkena dampak longsor juga ada yang sudah dibersihkan menggunakan alat berat. Namun, lumpur yang berada di dalam rumah perlu dibersihkan secara manual

Sedangan untuk Jalan Desa Citulang-Kasentingan, sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, excavator titik yang terjauh dari pengungsian, di lokasi Kasentingan dengan ketebalan tanah sekitar 1,5 meter dan baru dimulai hari ini

Baca juga  Warga Kaligondang Purbalingga Ini, Ditemukan Meninggal Saat Membersihkan Kebun, Ternyata Ini Penyebabnya

“Saluran air bersih ke perumahan di Dusun Kasentingan yang rusak, sampai saat ini belum tertangani. Hal ini yang menjadi salah satu hambatan para pengungsi untuk kembali ke rumah, karena ketersediaan air bersih tidak ada,” ujar Analis Kebencanaan BPBD Cilacap Gatot Arief Widodo, Rabu (6/4/2022).

Sehingga diharapkan kepada para donatur untuk bantuan yang akan diberikan untuk saat ini lebih difokuskan untuk kebutuhan sarpras, yang dibutuhkan dalam hal ini peralatan dan kelengkapan saluran air yang rusak yang berada di Dusun Kasentingan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun petugas, untuk kebutuhan perbaikan saluran air bersih ke perumahan warga Dusun Kasentingan yang terputus, dibutuhkan sekitar 250 Buah batang pipa paralon dengan jumlah kebutuhan sekitar 1000 Meter.

Baca juga  Angka Pertumbuhan Ekonomi Jateng Lebih Baik dari Nasional

Adapun bantuan dari para donatur masih mengalir, dan tercatat pada hari Rabu, ada sebanyak 16 donatur dari berbagai intansi, lembaga maupun perkumpulan atau paguyuban warga yang memberikan donasinya untuk membantu warga terdampak longsor di Desa Kutabima tersebut.

Sedangkan untuk para pengungsi, hingga hari Rabu (6/4) sekira pukul 17.30 WIB dilaporkan jumlah pengungsi ada sebanyak 123 jiwa dari 36 KK dan dalam kondisi sehat.

Berita Terkait

Berita Terkini