Sabtu, 2 Juli 2022

Hari Ketiga Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Luk Ulo Kebumen Masih Nihil

Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Luk Ulo Kebumen
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Luk Ulo Kebumen. Foto: Basarnas Cilacap.

Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Luk Ulo Kebumen, Kamis (16/6). Di hari ketiga, pencarian meluas hingga tujuh kilometer, namun belum membuahkan hasil.


Kebumen, serayunews.com

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap Adah Sudarsa mengatakan, operasi SAR hari ketiga pencarian ada dua SRU (search rescue unit). SRU 1 melakukan penyisiran dengan cara body rafting sejauh 5 Kilometer dari Jembatan Lokidang sampai Depo Pasir Karang Sambung.

Baca juga  Dua Warga Kebumen Terseret Arus Anak Sungai Luk Ulo, Begini Kronologinya

SRU 2, menyisir di atas air menggunakan LCR sejauh 7 Kilometer dari Depo Pasir Karang Sambung sampai Bendungan Kali Gending.

“Perkembangan sampai pukul 17.00 WIB, pencarian korban pada hari ketiga masih nihil. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan kembali pencarian pada Jumat (17/6) Pukul 07.00 WIB,” ujar Adah Sudarsa dalam keterangannya.

Sebelumnya, kejadian bermula saat dua orang yang bernama Partiah dan Lasini pulang dari hutan pada Senin (13/6) malam sekira pukul 19.00 WIB. Mereka hendak menyeberangi anakan Sungai Luk Ulo. Namun keduanya terseret arus, karena saat itu kondisi arus deras.

Baca juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polres Cilacap Beri Penghargaan kepada Purnawirawan

Dalam kejadian itu, Lasmini selamat karena berpegangan pada pohon. Namun nahas, Partiah (46) perempuan asal Dukuh Plipitan RT02 RW 04 Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen terseret arus. Partiah tenggelam dan hilang.

Pencarian Partiah melibatkan Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas KPP Cilacap, Polsek Karanggayam, Koramil Karanggayam, BPBD Kebumen, PMI Kebumen, SAR MTA, KOWARA, Bagana, SAR Tunas Kelapa, dan masyarakat sekitar.

Berita Terkait

Berita Terkini