Kamis, 1 Desember 2022

Hujan Deras di Purbalingga, Jembatan Putus dan Tembok Musala Jebol

Jembatan yang menghubungkan Desa Sirandu dan Desa Purbasari, Purbalingga terputus akibat debit air sungai naik karena hujan deras pada Selasa, 29 Desember 2020. Foto : Amin

Wilayah Kabupaten Purbalingga masih dirundung bencana. Selasa (29/12/2020) hujan deras yang mengguyur Purbalingga, menyebabkan longsor sejumlah titik. Longsor terjadi di Desa Sirandu Kecamatan Karangjambu dan Desa Gunung Wuled Kecamatan Rembang.


Purbalingga, Serayunews.com

Di Desa Sirandu, jembatan penghubung Desa Sirandu dengan Purbasari Kecamatan Karangjambu putus. Sedangkan di Gunung Wuled, tembok sebuah musala jebol karena tertimpa material longsor.

Kapolsek Karangreja Iptu Catur Subagyo menyampaikan bahwa jembatan putus terjadi sekira pukul 15.45 WIB. Peristiwa itu terjadi setelah sebelumnya turun hujan deras siang sampai sore.

“Saat kejadian, hujan turun sangat lebat dan kondisi pondasi jembatan sudah menggantung karena erosi sungai. Akhirnya, jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 5 meter putus terbawa arus sungai,” kata Iptu Catur.

Relawan Sibat PMI Kecamatan Karangjambu, Adit Setiawan mengatakan, jalur tersebut bukan merupakan jalur utama, namun jalur alternatif yang biasa dilalui warga. Namun demikian, akibat terputusnya jembatan menjadikan waktu harus menempuh jarak lebih jauh.

“Iya kalo Sirandu Karangjambu via jembatan ambrol cuma menempuh jarak 6 kilometer, sedangkan kalo lewat Gondang tiga kali lipat jauhnya,” katanya.

Warga Desa Sirandu, Muslim mengatakan ambrolnya jembatan disebabkan debit sungai Tungtung Gunung yang meningkat. Konstruksi jembatan juga sudah mulai terkikis oleh aliran air. Diperkirakan, keberadaan jembatan tersebut sudah berusia sekitar 40 tahun.

“Hujan mulai dari jam 2 sampe sekarang belum reda. Kejadian ambruknya tadi sore sekitar pukul 3 sore. Itukan jembatan umurnya udah 40 tahun lebih kena terjangan air sungai yang sangat besar dikarenakan hujan lebat terus menerus,” katanya.

Lebih lanjut diceritakan, jembatan tersebut juga sebagai batas desa. Biasanya dipakai masyarakat desa setempat menuju pasar Karangjambu. Akibat terputusnya jembatan tersebut, warga sejumlah desa di kecamatan Karangjambu yang hendak menuju ke kecamatan maupun ke kota harus menempuh jalan yang memakan waktu cukup lama.

“Jembatan itu termasuk batas Desa Sirandu dan Desa Purbasari. Sangat berdampak bagi masyarakat yang mau ke pasar Karangjambu. Yang biasa lewat jalan tersebut dari Desa Jingkang, Danasari Karangjambu arah ke Karangreja. Sebaliknya dari Karangreja, Gondang, Sirandu mau arah Karangjambu harus mutar ke Purbasari,” kata Muslim.

Terpisah, Kepala BPBD Purbalingga Umar Fauzi membenarkan peristiwa tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan besok hari.

“Laporan baru informasi melalui Whatsapp, besok kita cek,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini