Sabtu, 3 Desember 2022

Hutan Mangrove dan Nusakambangan Benteng Tsunami, Doni Munardo: Jaga dan Rawat !

Kepala BNPB RI Doni Munardo melakukan pengecekan di wilayah Nusakambangan, Jumat

Tanaman plalar yang hanya tumbuh di Pulau Nusakambangan, bisa menjadi salah satu peredam gelombang  tsunami. Untuk itu, tanaman plalar ini harus dikembangkan lagi agar populasinya kembali meningkat.


Cilacap, Serayunews.com

Hal ini disampikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Doni Munardo usai mengunjungi kawasan konservasi hutan bakau di sekitar Segara Anakan Nusakambangan, Jumat (5/12/2020).

“Mengingat 2006 lalu, pernah terjadi gempa yang pusatnya berada di selatan Pangandaran, ternyata dampak dari gelombang tsunami juga masuk ke wilayah selatan dari Nusakambangan, bahkan menurut sejumlah penelitian ketinggian tsunami, ada yang mencapai 15-22 meter,” ujarnya.

Nusakambangan menjadi salah satu benteng yang bisa mengurangi dampak gelombang tsunami. Namun, dia mengatakan jika jenis tanaman khas Nusakambangan, Plalar yang merupakaan endemik kawasan cagar alam Nusakambangan, populasinya berkurang.

“Sehingga nantinya kami juga akan bekerjasama dengan tim dari BKSDA kedepan bagaimana meningatkan populasi tanaman Plalar yang tumbuh hanya di Nusakambangan,” ujanya.

Selain itu, Doni juga berpesan kepada Bupati Cilacap dan juga Forkopimda agar selalu menjaga kawasan mangrove Segara Anakan. Karena hutan mangrove bisa menjadi pertahanan terbaik.

Baca Juga : Tanam Mangrove di Perairan Nusakambangan untuk Kurangi Abrasi

Baca Juga : Ajaib! Muncul 29 Pulau Baru di Sebelah Nuskambangan

“Tolong dijaga kalau bisa menjaga kawasan hutan lindung ini, maka kita telah menyiapkan sistem pertahanan terbaik untuk kedepan, maka harus dijaga dan dirawat,” ujarnya.

Doni juga mengatakan diharapkan dengan kehadirannnya bisa merangsang seluruh komponen  yang ada di Cilacap untuk menjaga lingkungan, menjaga Nusakambangan dan juga hutan bakau.

Berita Terpopuler

Berita Terkini