
SERAYUNEWS – Simak ide konten Ramadhan 2026 yang FPY. Pasalnya, ramadhan selalu membawa perubahan besar pada pola konsumsi konten digital.
Saat jam makan bergeser, energi menurun, dan rutinitas berubah, audiens cenderung mencari konten yang ringan, membantu, sekaligus menghibur.
Inilah alasan mengapa bulan puasa hampir selalu menjadi “musim panen” bagi kreator konten.
Memasuki Ramadhan 2026, algoritma media sosial diperkirakan semakin mengutamakan konten yang relevan, autentik, dan punya nilai guna nyata.
Tidak cukup hanya ikut tren, konten harus terasa dekat dengan kehidupan audiens. Berikut ini rangkuman ide konten Ramadhan yang berpotensi besar masuk FYP jika dikemas dengan tepat.
1. Konten Solutif: Jawaban atas Masalah Sehari-hari Saat Puasa
Salah satu jenis konten yang paling dicari selama Ramadhan adalah konten yang menawarkan solusi cepat.
Misalnya, ide menu sahur praktis untuk orang-orang yang bangun dalam kondisi setengah sadar.
Konten seperti ini akan lebih menarik jika ditampilkan dengan tempo cepat, visual bersih, dan bahan yang mudah didapat.
Alih-alih menampilkan resep rumit, fokuslah pada efisiensi: waktu singkat, alat masak sederhana, dan hasil yang mengenyangkan.
Audiens menyukai konten yang terasa “menyelamatkan” pagi mereka.
2. Hiburan Ringan yang Relate dengan Kondisi Puasa
Saat siang hari, perhatian audiens biasanya menurun. Di sinilah konten komedi mengambil peran.
Sketsa singkat tentang kebiasaan orang saat puasa, seperti reaksi berlebihan menjelang berbuka atau drama lupa sahur, selalu berhasil memancing tawa.
Jenis konten ini tidak membutuhkan produksi mahal.
Justru ekspresi natural dan situasi yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi kunci.
Semakin sederhana dan jujur, semakin besar peluangnya dibagikan ulang oleh penonton.
3. Konten Kuliner: Takjil Selalu Jadi Bintang
Berburu takjil bukan sekadar soal makanan, tetapi juga pengalaman.
Konten yang menampilkan suasana pasar, antrean panjang, hingga ekspresi penjual dan pembeli mampu menghadirkan cerita visual yang kuat.
Agar tidak terkesan sekadar pamer makanan, sertakan informasi yang benar-benar dibutuhkan audiens: kisaran harga, rasa, porsi, dan tingkat keramaian.
4. Edukasi Ringan yang Bisa Langsung Dipraktikkan
Selama puasa, banyak orang merasa produktivitas menurun. Konten berisi tips menjaga fokus, mengatur jam kerja, atau memaksimalkan waktu istirahat punya nilai tambah karena bersifat aplikatif.
Kemasan menjadi faktor penting. Hindari gaya menggurui. Gunakan bahasa santai, poin singkat, dan contoh nyata agar audiens merasa diajak berdiskusi, bukan diberi ceramah.
5. Fashion Ramadhan: Persiapan Bukber dan Lebaran
Sejak awal puasa, pencarian inspirasi outfit biasanya meningkat.
Konten OOTD Ramadhan tidak harus selalu glamor. Justru gaya simpel, sopan, dan nyaman untuk bukber atau aktivitas harian sering lebih diminati.
Detail kecil seperti cara memadukan warna, pemilihan bahan yang adem, hingga tips tampil rapi tanpa ribet bisa menjadi pembeda konten Anda dari yang lain.
6. Konten Eksperimen Sosial Bertema Hemat
Isu keuangan selalu relevan, terutama di bulan puasa. Konten tantangan hemat buka puasa atau eksperimen makan murah namun layak menjadi daya tarik tersendiri karena menyentuh realita banyak orang.
Kejujuran adalah kunci. Tampilkan proses apa adanya, termasuk jika hasilnya tidak sesuai ekspektasi.
Audiens cenderung menghargai konten yang jujur dibanding yang terlalu “dipoles”.
7. Nostalgia Ramadhan: Menggugah Emosi dan Kenangan
Konten bernuansa nostalgia punya kekuatan emosional yang besar.
Cerita tentang kebiasaan Ramadhan masa kecil, suasana kampung, atau tradisi yang mulai jarang ditemui sering memicu interaksi panjang di kolom komentar.
Konten jenis ini tidak mengejar viral instan, tetapi engagement yang hangat dan mendalam, sesuatu yang juga disukai algoritma.
8. Rekomendasi Produk dan Hampers yang Fungsional
Budaya berbagi selama Ramadhan semakin berkembang. Konten kurasi hampers yang bermanfaat dan tidak pasaran bisa menjadi referensi bagi audiens yang ingin memberi hadiah berkesan.
Fokuskan pada fungsi, kualitas, dan kemasan. Dengan pendekatan informatif, konten promosi pun tidak terasa memaksa.
9. Vlog Puasa: Cerita Sehari Penuh yang Apa Adanya
Vlog keseharian selama puasa menunjukkan sisi manusiawi seorang kreator.
Rutinitas sederhana seperti sahur, bekerja, menunggu buka, hingga tarawih bisa menjadi konten menarik jika dikemas jujur dan ringan.
Tidak perlu edit berlebihan. Keaslian justru menjadi nilai jual utama.
10. Konten Beauty: Tampilan Segar Tanpa Berlebihan
Puasa sering berdampak pada kondisi kulit. Tutorial make-up natural yang menonjolkan kesan segar dan ringan tetap menjadi favorit, terutama untuk aktivitas harian.
Penjelasan produk yang ringkas dan jujur akan meningkatkan kepercayaan audiens, sekaligus membuka peluang kolaborasi atau afiliasi.***