Kamis, 6 Oktober 2022

Ini Enam Prioritas yang Masuk Rencana Kerja Pemkab Purbalingga Tahun 2023

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) bersama Wabup Sudono saat memberikan paparan dalam Konsultasi Publik RKPD Tahun 2023, di Graha Adiguna Operatioon Room, Rabu (26/1/2022). (Joko Santoso)

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyampaikan ada enam prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Purbalingga Tahun 2023. Kebijakan tersebut akan diimplementasikan bersama dengan segenap jajaran Oprganisasi Perangkat Daerah (OPD).


Purbalingga, serayunews.com

“Penyusunan RKPD 2023 tidak lepas dari hasil evaluasi sampai dengan tahun 2021. Dari evaluasi tersebut difokuskan pada beberapa isu strategis yakni kecukupan kebutuhan pokok masyarakat, penguatan daya saing Sumber Daya Manusia serta Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi yang Berkelanjutan,” kata Bupati Tiwi pada Forum Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Purbalingga di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (26/1/2022).

Selanjutnya isu strategis terkait penanganan dampak pandemi covid-19, pertumbuhan dan pemerataan infrastruktur wilayah berkelanjutan, reformasi birokrasi, kerentanan hubungan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta kemandirian desa sebagai basis pertumbuhan yang berkeadilan.

Bupati Tiwi juga menerangkan isu strategis yang ada di Kabupaten Purbalingga menjadi Prioritas tahun 2023.

Itu strategis itu meliputi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dalam rangka menunjang pencapaian misi ketiga pemerintahannya bersama Wabup Sudono, peningkatan kualitas manusia menunjang pencapaian misi keempat, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah menunjang pencapaian misi kelima.

“Pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur berkelanjutan dalam rangka menunjang pencapaian misi ketujuh , peningkatan pelayanan publik dalam rangka menunjang pencapaian misi pertama dan kedua, serta penguatan desa dalam rangka pencapaian misi keenam,” lanjutnya.

Bupati mengatakan perekonomian daerah pada tahun 2023 diperkirakan semakin membaik. Hal ini diawali dengan keberhasilan vaksinasi dan penurunan kasus aktif covid-19 pada tahun 2022.

“Pendapatan Daerah Tahun 2023 diasumsikan lebih baik dibandingkan proyeksi pendapatan APBD Tahun 2022 khususnya yang bersumber dari PAD,” kata Bupati.

Kemampuan keuangan daerah masih tergantung dari transfer fiskal pemerintah pusat. Selanjutnya penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas pertana pasca covid mereda.

“Ini beberapa program yang tentunya mendasari isu strategis yang menjadi permasalahan di tahun sebelumnya dan menjadi dasar untuk menyusun untuk tahun selanjutnya,” imbuhnya.

Editor :Kholil

Berita Terpopuler

Berita Terkini