Rabu, 1 Desember 2021

Inspirasi dari Cilacap, Bermula dari Bank Sampah hingga Anak Bisa Lulus Kuliah

Mohamad Nurhidayat bersama anggotanya. (Irfan)

Siapa sangka, sampah yang biasanya dibuang begitu saja, ternyata memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Apalagi jika dikelola dengan organisasi yang baik, misalnya dengan mendirikan bank sampah.


Cilacap, serayunews.com

Bahkan salah satu bank sampah yang ada di Cilacap, yakni Bank Sampah Mandiri, sampai bisa membantu menyekolahkan salah satu anak anggotanya sampai lulus di jenjang perguruan tinggi.

Ketua Kelompok Bank Sampah Mandiri yang terletak di RW 10 Kelurahan Kebonmanis Cilacap Utara, Mohamad Nurhidayat menceritakan, kisah dimulai saat bank sampah yang diketuainya tersebut sudah mulai berkembang.

Saat itu, usahanya tidak terbatas hanya pada pengolahan sampah, namun mulai merambah ke bidang lain. Seperti toko kelontong, budidaya lele, dan peternakan maggot. Sehingga kelompok bank sampah ini sudah memiliki uang kas yang bisa menopang operasional dengan baik.

“Sekitar tahun 2016 kami sudah berkembang, sudah ada semacam uang kas. Akhirnya para anggota ini berembug untuk membantu salah satu anggota yang memang kurang mampu. Beliau namanya pak Iim. Memang beliau ini sangat rajin di kelompok kami,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (28/7/2021).

Atas dasar itulah, kata dia, para anggota lainnya merasa iba dan ingin membantu salah satu rekannya tersebut. Akhirnya dengan uang kas yang ada, kelompok bank sampah ini mendirikan unit usaha laundry dan sebagai pengelolanya adalah saudara Iim tersebut.

“Kita bagi hasil dengan pak lim, kemudian berjalannya waktu. Sampailah dimana putri beliau ini lulus dari SMA dan ingin melanjutkan kuliah. Di situlah kami yakinkan beliau bahwa harus mendorong keinginan putrinya tersebut dan alhamdulillah akhirnya putri dari pak Iim ini bisa berkuliah,” ujarnya.

Hingga akhirnya, Nurhidayat lanjut menceritakan, berkat ketekunannya, serta sedikit dibantu oleh kelompok bank sampah mandiri, pada tahun 2021 ini, putri dari salah satu anggotanya tersebut. Lulus sebagai sarjana Islam dari salah satu universitas yang cukup bergengsi di Yogyakarta, yakni Universitas Muhammadiah Yogyakarta.

“Saya kira ini berkah dari mengelola lingkungan, selain lingkungan kami menjadi bersih dan indah. Jauh dari itu ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, salah satunya yang dirasakan oleh keluarga pak Iim ini,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini