
SERAYUNEWS – Memasuki periode setelah Idulfitri, kebutuhan pengiriman barang kembali meningkat seiring aktivitas masyarakat yang mulai normal.
Oleh karena itu, informasi mengenai jadwal operasional jasa ekspedisi seperti J&T Express menjadi hal yang krusial, terutama bagi pelaku usaha maupun individu yang bergantung pada layanan logistik.
Selama masa libur Lebaran, perusahaan ekspedisi umumnya melakukan penyesuaian jam operasional.
Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan lonjakan pengiriman sekaligus menjaga stabilitas distribusi barang di tengah tingginya permintaan.
Memahami jadwal buka kembali layanan sangat membantu dalam merencanakan pengiriman agar tidak terkendala keterlambatan atau penumpukan paket.
Berdasarkan informasi resmi, J&T Express mulai kembali beroperasi secara normal pada Senin, 23 Maret 2026.
Pada tanggal tersebut, seluruh layanan pengiriman, mulai dari penerimaan paket, proses sortir, hingga distribusi ke alamat tujuan, sudah berjalan seperti hari biasa.
Kembalinya operasional penuh ini menjadi penanda bahwa masa penyesuaian selama libur Lebaran telah berakhir.
Namun demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kemungkinan adanya lonjakan aktivitas pada hari-hari awal setelah layanan dibuka kembali.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya paket yang tertunda selama periode pembatasan layanan, sehingga proses distribusi membutuhkan waktu untuk kembali stabil.
Sebelum kembali normal, J&T Express sempat memberlakukan jadwal operasional terbatas pada beberapa hari menjelang dan setelah Lebaran.
Pada Sabtu, 21 Maret 2026, layanan hanya dibuka mulai pukul 12.00 hingga 18.00 waktu setempat.
Durasi operasional yang lebih singkat ini dilakukan untuk mengurangi beban kerja di tengah lonjakan pengiriman.
Selanjutnya, pada Minggu, 22 Maret 2026, jam layanan sedikit diperpanjang, yaitu mulai pukul 10.00 hingga 16.00.
Meskipun tetap melayani pelanggan, keterbatasan waktu operasional membuat proses pengiriman pada hari tersebut berpotensi mengalami keterlambatan.
Penyesuaian ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memberikan ruang adaptasi bagi sistem distribusi.
Selain J&T Express, perusahaan ekspedisi lain seperti JNE juga tetap beroperasi selama periode Lebaran.
Namun, sistem layanan yang diterapkan berbeda di setiap perusahaan.
JNE, misalnya, tetap membuka layanan di beberapa titik tertentu selama 24 jam, terutama di kota-kota besar. Meski demikian, jam operasional tiap cabang bisa berbeda tergantung wilayah.
Perbedaan ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menyesuaikan kebutuhan pengiriman, baik yang membutuhkan layanan cepat maupun yang lebih fleksibel.
Agar proses pengiriman tetap berjalan lancar setelah Lebaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah memilih waktu pengiriman yang tepat, yaitu setelah layanan benar-benar stabil.
Selain itu, penggunaan layanan ekspres dapat menjadi solusi untuk mempercepat proses pengiriman, terutama bagi barang yang bersifat penting atau mudah rusak.
Pengemasan juga memegang peran penting dalam menjaga keamanan barang.
Disarankan menggunakan kemasan yang kuat serta tambahan pelindung seperti bubble wrap untuk menghindari kerusakan selama proses distribusi.
Tidak kalah penting, pelanggan perlu memantau status pengiriman secara berkala melalui aplikasi resmi agar dapat mengetahui posisi paket secara real time.
Dengan mengetahui detail jadwal dan kondisi layanan, masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan logistik secara lebih efisien setelah masa libur panjang.***